2 Komisaris Produsen Beras Dipaksa Cabut Tanda Tangan di Laporan 2017 | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – Dua komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dipaksa untuk mencabut tanda tangan di laporan tahunan perusahaan tahun buku 2017 oleh para komisaris lainnya. Dua komisaris tersebut adalah Anton Apriyantono (Komisaris Utama) dan Kang Hongkie Widjaja (Wakil Komisaris Utama).

Anton dan Kang Hongkie juga sempat ditahan untuk ikut pertemuan di sebuah ruangan di Hotel Mandarin Jakarta selama 10 jam, pada Rabu (25/7). “Keduanya dipaksa untuk mencabut tanda tangan dari laporan tahunan perusahaan di ruangan tersebut, namun menolak,” ujar sumber yang dekat dengan manajemen AISA, Kamis (26/7).

Bahkan sampai beredar informasi bohong bahwa Anton dan Kang Hongkie telah mencabut tanda tangan tersebut. Padahal, di laporan tahunan AISA tahun buku 2017 halaman 196 yang sudah diserahkan ke otoritas Bursa Efek Indonesia pada Kamis, (26/7), terlihat jelas Anton dan Kang Hongkie telah membubuhkan tanda tangan.

Baca Juga :  Pemerintah Belum Punya Amunisi Selamatkan Rupiah Dari Zona Merah | JawaPos.com

“Semua ini, tujuannya supaya jajaran direksi bisa diganti pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada Jumat (27/7). Dalam rapat tersebut mereka merencanakan menyisipkan agenda pemungutan suara untuk menentukan nasib jabatan para direksi,” kata sumber tersebut.

Jika pemungutan suara tidak berlangsung, maka dewan komisaris akan menggunakan haknya untuk memberhentikan para dewan direksi. Setelah itu, untuk sementara waktu bisnis AISA bakal menjadi tanggung jawab dewan komisaris hingga dewan direksi AISA ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) selanjutnya.

Ada rencana sitematis dan terencana untuk menyingkirkan direksi yang ada, sehingga bisa menguasai manajemen AISA dengan mudah. Target utamanya adalah menyingkirkan Direktur Utama Joko Mogoginta, yang juga sebagai pendiri Tiga Pilar Sejahtera Food.

Baca Juga :  Bos BI Puji Kepala Daerah Mampu Jaga Inflasi di Bawah 4,5 Persen | JawaPos.com

“Sampai-sampai sejumlah usaha dilakukan untuk memuluskan ini, termasuk mempertanyakan dua transaksi yang sebenarnya dilakukan secara benar, transparan, dan tercatat,” kata si sumber ini.

(srs/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar