in

ALARM Tolak Pengosongan Lahan yang Ditempati Ali Amin di Depan Rotterdam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Aliansi Rakyat dan Mahasiswa (ALARM) kembali berunjukrasa terkait penolakan rencana penggusuran lahan yang ditempati Ali Amin, penjaga dan perawat taman patung kuda Benteng Fort Rotterdam, Makassar.

Unjukrasa itu berlansung di gedung DPRD Provinsi Sulsel, Senin (11/4/2019).

Penolakan rencana penggusuran itu mencuak beberapa pekan terakhir lantaran pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel dianggap mengambil keputusan secara sepihak.

Padahal, menurut aktivis yang tergabung dalam ALARM, Ali Amin telah memberi sumbangsih yang cukup luar biasa terhadap pelestarian cagar budaya  dengan mendedikasikan dirinya selama 24 tahun terakhir untuk menjaga dan merawat taman yang berlokasi di pojok kanan depan benteng peninggalan kerajaan Gowa-Tallo itu.

Ali Amin mendiami lokasi taman itu buka tampa sebab. Ia ditugasi oleh Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapensi) selaku pembina taman kala itu.

Namun, belakangan krisis ekonomi yang meninpa Indonesia, mengakibatkan Gapensi tidak lagi mampu memberi upah ke Ali Amin untuk menjaga dan merawat taman binaannya.

Ali Amin pun melalui surat tugas yang diterbitkan Gapensi, diizinkan untuk tiggal di taman dan membangun usaha kedai kopi yang hasilnya diperuntuikan untuk menjaga dan merawat taman, juga digunakan untuk menyambung hidup.

Kepala BPCB Sulsel, Laode Muhammad Aksa kepada tribun, pun menanggapi aksi penolakan itu.

Menurutnya, rencana pengosongan lahan yang ditempati Ali Amin, selama 24 tahun terakhir lantaran pohaknya rancananya melakukan revitalisasi.

“Demo tidak mau masuk perwakilannya dan penekanannya tentang penggusuran, saya gak tahu lagi dimana alasan pemilikan yang benar, sertifikat atau kemauan bertahan. Ini tentang warisan bersejarah,” kata Laode Muhammad Aksa.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Jalan Mulus di Mamasa Baru 19,28 Persen

BPN Prabowo-Sandi Akan Laporkan Bawaslu Sulsel ke DKPP?