in

ASN Dilapor ke Bawaslu, Pengamat UINAM: Mereka Terjabak Politisasi Birokrasi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Dr Firdaus Muhammad menyatakan, banyaknya calon anggota legislatif (caleg) dan perangkat daerah divonis bersalah di pengadilan negeri tidak lepas dari faktor pelibatan caleg terhadap orang-orang yang dilarang keras berpolitik.

Misalnya, kata Firdaus Muhammad, pelibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam arena politik. “Salah satu faktornya karena ASN kadang terjebak pada politisasi birokrasi dan petingginya sebagian juga adalah politisi,” kata Firdaus, Jumat (15/3).

“Kadang mereka (ASN) sulit lepas dari jebakan tersebut. Irisannya sangat tipis. walikota, bupati, atau DPRD misalnya, juga kader partai,” ungkap Firdaus.

Diketahui, Sejak Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 bergulir, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan sudah menerima puluhan laporan dugaan pelanggaran. Terbanyak melibatkan netralitas aparatur sipil negara atau ASN di Makassar.

Selain netralitas ASN, kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yang melibatkan aparat desa dan calon anggota legislatif itu sendiri juga marak terjadi. Bahkan beberapa kasus di antaranya sudah putus di pengadilan negeri. (P2p: Meraka Langgar Pemilu 2019).

Data diperoleh Tribun, Jumat (15/3/2019), mereka yang kasusnya sudah berproses di pengadilan negeri dan divonis bersalah, di antaranya berinisial AB. Ia merupakan Kaur Umum di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Bantaeng.

Kemudian, Kasi Kesejahteraan Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Bantaeng Kahar bin Mawa yang terdaftar sebagai pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di Bantaeng.

Wakil Ketua DPRD Bone Hj Andi Syamsidar juga divonis bersalah. Politisi Partai Gerindra ini dinyatakan melanggar Pemilu atas dugaan menggunakan fasilitas negara saat menghadiri kampanye.

Ia menggunakan mobil dinas menghadiri kampanye Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, Sandiaga Uno, sewaktu datang ke lapangan Persibo Bone beberapa waktu lalu.

Caleg PAN Bulukumba Ismail, divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba, Rabu (13/2/2019). Ismail juga masih terdaftar sebagai anggota aktif Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontotiro, namun menjadi tim kampanye.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Selandia Baru Tak Bisa Lindungi Muslim, Dekan FTI UMI Minta Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik

Mencuri di Tana Toraja, 6 Pelaku dari Makassar, Pinrang dan Parepare Diamankan Polisi