in

Kendalikan Rabies, Kementan Gencarkan Vaksinasi Rabies Massal di Bali

TRIBUN-TIMUR.COM, BALI – Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terus memantapkan komitmennya memberantas penyebaran virus rabies.

Salah satunya dengan menggecarkan secara masif vaksinasi Rabies massal agar tidak terjadi lagi kasus rabies baik pada manusia maupun hewan.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, mengatakan Kementan telah mengalokasikan dana untuk Rabies di Bali sebesar Rp 18 M dan menyediakan sekitar setengah juta lebih dosis khusus digunakan di Pulau Bali dalam pengedalian dan pemberantasan penyakit Rabies.

Kendalikan Rabies, Kementan Gencarkan Vaksinasi Rabies Massal di Bali
Kendalikan Rabies, Kementan Gencarkan Vaksinasi Rabies Massal di Bali (Dok Kementan)

“Bersama kita pastikan pelaksanaan vaksinasi rabies massal berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya” tegas I Ketut Diarmita saat Pencanangan Vaksinasi Rabies Massal di Provinsi Bali (15/3/2019).

I Ketut Diarmita menambahkan jika kegiatan vaksinasi rutin saja tidak cukup. Perlu adanya gebrakan yang menyadarkan seluruh elemen masyarakat khususnya di Bali untuk berantas penyakit rabies ini.

Lanjut I Ketut, Pemerintah telah menjalankan program pengendalian dan pemberantasan Rabies di Indonesia, antara lain melalui vaksinasi di wilayah tertular atau wilayah bebas yang terancam, surveilans, pengawasan lalu lintas hewan penular rabies (HPR), manajemen populasi HPR, serta bekerjasama dengan pihak kesehatan dalam rangka penanganan kasus gigitan yang terjadi.

Pemerintah menilai dampak penyebaran virus rabies di Bali sangat berpengaruh pada aspek ekonomi masyarakat, yang langsung dapat mencoreng citra positif pariwisata Pulau Bali sebagai destinasi dunia, selain itu juga menyebabkan efek buruk bagi psikologis masyarakat.

“Masyarakat akan menjadi tidak nyaman dengan adanya isu rabies sehingga ada rasa ketakutan apabila tergigit oleh anjing yang terinfeksi penyakit itu,” ujar I Ketut Diarmita.

Berdasarkan data ISIKHNAS, kegiatan vaksinasi yang dilakukan pada periode Maret -Oktober 2018 di Bali telah mencapai 83.32 % atau realisasi sebanyak 495.747 dosis.

Oleh karena itu, komitmen dari petugas yang melaksanakan kegiatan vaksinasi perlu mendapat apresiasi.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dicekik Ayah Temannya saat Asyik Bermain, Ini Masalahnya

Polres Enrekang Periksa Kualitas Beras Bansos di Gudung Bulog Sidrap, Ini Hasilnya