in

Lahan Pertanian Kering, Petani di Sigi Beralih Jadi Kuli Bangunan

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Sejumlah petani di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi,  Sulawesi Tengah, beralih profesi menjadi buruh bangunan untuk bertahan hidup.

Pasalnya, Lahan seluas 250 hektare di desa itu mengalami kekeringan akibat rusaknya Irigasi Gumbasa usai bencana gempabumi 2018 lalu.

“Kami di sini selama pasca bencana sebagian bekerja sebagai buruh bangunan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Salah satu buruh tani di Desa Karawana, Lalang (34),  Kamis (14/3/2019).

Baca: Batas Pengurusan Pindah Memilih di Palu 17 Maret, Ini Syarat dan Alurnya

Baca: Penyebab Facebook, WhatsApp, Instagram Down Bukan Akibat Serangan DDoS, Kapan Pulih?

Baca: Bingung Daftar BUMN Rekrutmen 2019? Nih Cara Pendaftaran rekrutbersama.fhcibumn.com Biar Tak Keliru

Lalang mengatakan, sudah lebih dari lima bulan ia tidak bertani.

Saat ini ia hanya ikut saudara ke Kota Palu untuk mendapatkan pekerjaan harian sebagai buruh bangunan.

Ia mengungkapkan, aktivitas lahan pertanian di desanya sudah berhenti sejak bencana.

“Kerjaan bangunan juga tidak terus-terusan, hanya satu atau dua hari, ” jelasnya.

Selain bekerja sebagai buruh bangunan, Lalang mengaku hanya mengarapkan bantuan bencana untuk menghidupi keluarga selama lima bulan ini.

Namu akhir-akhir ini bantuan bencana mulai berkurang.

Begitu juga dengan simpanan beras yang semakin menipis.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Startup Decacorn Pertama di Asia Tenggara, Perkenalkan Grab Defence untuk Mitra Bisnis

Dinas Pertanian Genjot Produksi Jagung di Mamasa