in

Lao Toyota Bertekad Cetak Sejarah untuk Sepakbola Laos

TRIBUN-TIUR.COM – Klub Laos, Lao Toyota, akan menantang runner-up Liga 1 2018 yakni PSM Makassar pada laga kedua fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3). Pertandingan ini adalah laga kedua bagi kedua kesebelasan.

Untuk gelaran Piala AFC kali ini, Lao Toyota bertekad untuk mencetak sejarah sekaligus memperbaiki rekor buruk mereka pada edisi-edisi sebelumnya.

Juara Lao Premier League 2018 atau kasta utama Liga Laos itu selalu gagal melaju dari babak grup sejak keikutsertaan mereka di Piala AFC mulai musim 2015.

Pada 2015 dan 2016 mereka hanya menjadi juru kunci Grup H, dua edisi selanjutnya mereka tertahan pada babak kualifikasi musim 2017 dan 2018.

Pemain sekaligus kapten Lao Toyota, Kazuo Honma, mengatakan bahwa kesulitan yang dihadapi timnya terjadi lantaran timnya masih minim pengalaman.

Apalagi klub tersebut baru berdiri enam tahun sejak dibentuk pada tahun 2013 silam.

“Kami adalah tim baru dari 2014, 2015 pertama kali di AFC Cup,” kata Kazuo Honma sekilas menceritakan sejarah klubnya pada sesi konferensi pers di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Selasa (12/3/2019).

“2016 kami sempat meraih hasil bagus di babak grup dan mendapat tiga poin melawan Bengaluru (India). Di tahun ini kami datang dengan status juara Liga Laos,” ujarnya menambahkan.

Pemain asal Jepang itu pun yakin segenap pengalaman yang sudah dilalui timnya bisa memberikan mereka hasil yang lebih baik pada edisi kali ini.

Terlebih lagi Kazuo Honma sudah bergabung ke klub ini sejak 2014 yang tentunya membantu dia memahami peluang timnya.

“Target kami berharap semakin hari kemampuan kami semakin baik. Dan berharap di tahun ini kami mencetak sejarah untuk sepak bola Laos dan masyarakat Laos,” ucap pemain berusia 38 tahun itu.(*/tribun-timur.com)


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Bertambah, Puting Beliung di Mallusettasi Barru Rusak 36 Rumah

Begal Potong Tangan Mahasiswa Enrekang Dijatuhi Hukuman 17 Tahun Penjara