in

Mahasiswa Hubungan Internasional Unhas Belajar Komunikasi di Tribun Timur

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Puluhan mahasiswa Hubungan Internasional semester tiga melakukan kunjungan media untuk belajar mata kuliah komunikasi di redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430 Makassar, Sabtu (16/3/2019).

Dalam kunjungan tersebut didampingi langsung oleh dosen komunikasi Abdul Gafur.

“Kami ingin mengetahui kaitan komunikasi hubungan internasional dan media,” tutur Abdul Gafur saat menyampaikan tujuannya menghantarkan para mahasiswanya.

Wakil Pimpinan Redaksi, Ronald Ngantung menyambut kedatangan mahasiswa dengan begitu hangat dan ditunjuk sebagai pemateri dalam diskusi tersebut.

Ronald memulai diskusi dengan memberikan sedikit permainan komunikasi ringan bagi para mahasiswa dan selanjutnya menjelaskan perkembangan media hingga saat ini.

Disela-sela diskusi ringan yang dilaksanakan di lantai empat itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaaan.

Pertanyaan yang diajukan tentang berbagai hal, mulai dari menjaga netralitas media menghadapi pemilu, peredaran hoaks, menjaga eksistensi, hingga cara Tribun Timur bertahan sampai saat ini.

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Ronald Ngantung.

Para mahasiswa terlihat begitu antusias dengan materi yang diberikan, terlebih lagi ketika diajak melihat redaksi Tribun Timur dan melihat cara-cara kerja jurnalis.

Tak lupa berfoto di ruangan redaksi yang ada di lantai dua.

Nantinya, Abdul Gafur juga mengatakan hasil dari kunjungan tersebut akan menjadi tugas bagi para mahasiswanya merangkum seluruh materi diskusi diberikan.

“Iya, nanti diberi tugas,” katanya.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan @iniilul


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Live beIN Sports 2! Link Live Streaming Real Madrid vs Celta Vigo: Ini Susunan Pemain

Jadwal Kualifikasi Piala Asia U23: Mulai 22 Maret 2019, Thailand vs Indonesia