in

Pembebasan Lahan Bendungan Passeloreng Wajo Terkendala Izin Kementerian Lingkungan Hidup

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG – Proses pembangunan Bendungan Passelloreng di Kabupaten Wajo terus berlangsung.

Meski demikian, masih ada beberapa bagian tanah yang belum dibebaskan untuk Bendungan Passelloreng.

Hal tersebut terungkap, ketika Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dan PPK Bendungan II Pembangunan Bendungan Passeloreng bertemu Bupati Wajo, Amran Mahmud, Kamis (14/03/2019) kemarin.

“Masih ada yang perlu diselesaikan, ada beberapa bagian tanah yang masih berada pada zona untuk dibebaskan, dan ini terkait langsung dengan izin Ibu Menteri Lingkungan Hidup,” kata PPK Bendungan II Pembangunan Bendungan Passeloreng, Iskandar Rahim dalam rilis tertulis yang ditrima Tribun Timur, Jumat (15/03/2019).

Baca: Ana Dara Kallolo Wajo Kembali Digelar Tahun Ini, Daftarkan Dirimu

Sayangnya, Iskandar Rahim tak merinci luasan lahan dan biaya pembebasan lahan yang dibutuhkan.

Bupati Wajo, Amran Mahmud pun berjanji, akan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Diketahui, PT Wijaya Karya bertindak sebagai kontraktor pelaksana pembangunan yang sudah mulai melakukan pekerjan pada 1 Juni 2015 dan dari rencana awal sesuai kontrak ditargetkan selesai 2019 dengan nilai kontrak Rp 701 miliar.

Daya tampung bendungan sebesar 138 juta m3 dan direncanakan dapat mengairi irigasi seluas 7.000 ha, air baku 305 liter/detik dan mengurangi banjir di Kabupaten Wajo.

Secara fungsi, waduk nantinya mampu memberikan suplai air ke area persawahan di sekitar hingga seluas 7 ribu Ha.

Diharapkan, tempat ini juga bisa dijadikan air baku, konservasi daya air, budidaya ikan air tawar dan memberikan sumber listrik untuk masyarakat sebesar 2,5 megawatt (MW).


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Ketua Umum PPP Romahurmuziy Romy Ditangkap KPK di Kantor Wilayah Kementerian Agama

Era Industri 4.0, Teknologi Hybrid Dibutuhkan untuk Infrastruktur Korporasi