in

Penulis Seputar Permasalahan Hukum Pilkada dan Pemilu 2018-2019 Sudah Prediksi 15 Camat Tak Dihukum

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Penulis buku Seputar Permasalahan Hukum Pilkada dan Pemilu 2018-2019, Dammang Averroes Al-Khawarizmi angkat bicara terkait putusan Penyidik Bawaslu Sulsel untuk 15 camat se- Kota Makassar yang dinyatakan tidak terbukti melanggar Undang-Undang Pemilu No 7 Tahun 2017.

Menurutnya, hal tersebut sangat mustahil. Terlebih lagi jika mengacu pada aturan Undang-Undang pemilu Pasal 280 Ayat 3 UU No 7 Pemilu 2017 yang berbunyi “Setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilarang ikut serta sebagai pelaksana dan tim Kampanye Pemilu,”

“Sudah tidak mungkin jika seorang ASN terdaftar dalam tim kampanye,” jelasnya saat menyambangui Tribun Timur, Senin (11/3/2019).

“Kalau tidak terdaftar di KPU sebagai tim kampanye, otomatis mereka tidak bersalah secara hukum,” tuturnya.

Meski demikian ia merasa bahwa perlunya ada penegasan hukum yang ketat terkait hal ini.

“Mau diperkuat seperti apa lembaganya tapi substansi hukumnya di perlemah, gimana?,” jelasnya.

Menurutnya, para 15 camat ini hanya akan mendapatkan sanksi disiplin.

“Mungkin gajinya akan ditunda,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Penyidik Gakkumdu Bawaslu Sulsel, AKP Benyamin menjelaskan dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Gakkumdu Sulsel, intinya tidak terjadi dugaan tindak pidana Pemilu 2019.

“Sebagaimana disangkakan, ada tiga pasal disitu, yaitu pasal 493, 494, 547 tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata AKP Benyamin dalam keterangan persnya di aula Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (11/3/2019).


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Pemkab Jeneponto Terima Penghargaan Ombudsman Sulsel

Kecerdasan Buatan Jadi Kunci LG InnoFest 2019 di Sydney