in

Pertanian di Desa Karawana Sigi Sulteng Lumpuh

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Setidaknya, kurang lebih 250 hektare lahan pertanian di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah lumpuh total.

Hal itu diakibatkan oleh rusaknya tanggul irigasi Gumbasa usai dilanda bencana gempabumi pada 28 Septeber Silam.

“Suplai air dari irigasi Sungai Gumbasa untuk lahan pertanian di Desa Karawana dan desa lainnya tidak ada lagi sejak bencana buan september kemarin,” Kata Kepala Desa Karawana, Abdul Rahman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/3/2019).

Rahman mengatakan, putusnya pasokan air ke wilayahnya, menambah penderitaan baru bagi warga.

Pasalnya, 90 persen Warga Karawana bekerja sebagai petani.

“Terputusnya air sungai gumbasa, otomatis mata pencaharian warga tidak ada,” akunya.

Rahman mengaku hingga saat ini pihaknya masih berupaya untuk memenuhi persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Baik itu bantuan dari Pemerintah Daerah, maupun mencari bantuan dari para relawan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Begitu banyak warga yang mengeluh kekeringan air,” keluhnya.

Selain itu, lahan penangkaran benih padi juga ikut lumpuh akibat rusaknya jaringan irigasi tersebut.

Sebegai pemerintah desa, Rahman sendiri belum mengetahui secara pasti kapan Irigasi Gumbasa Beroperasi Kembali.

“Saya tidak bisa membayangkan masyarakat harus menunggu dua atau tiga tahun lagi,” tuturnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Keterangan Foto : Jaringan Irigasi Sungai Gumbasa tampak belum Beroprasi, Selasa (12/3/2019). Akibatnya banyak lahan pertanian di beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi mati total. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

PKK Gowa Dukung Gerakan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Teknis Tematik di Empat Kabupaten