in

Sidang Putusan Kasus Korupsi ADD dan DD, Majelis Hakim PN Palu Beda Pendapat

TRIBUNPALU.COM, PALU – Mantan Kepala Desa Batusya Go’om, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akhirnya divonis 2 tahun penjara oleh Majelis hakim pengadilan Negeri (PN) Palu, Rabu (13/3/2019).

Terdakwa terbukti secara sah dan bersalah sebagaimana dalam dakwaan subsider, dengan ancaman pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Indra Jaya Yotje dijatuhi hukuman oleh majelis hakim karena terbukti menyelewengkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Dana Desa (DD) senilai Rp.376,9 juta.

Dalam pembacaan putusan tersebut, terjadi perbedaan pendapat (Disenting Opinion) antara Ketua majelis hakim Ernawaty Anwar, Darmansyah dengan anggota hakim Bonafius N Ariwibowo.

Bonafius Ariwibowo sependapat dengan ketua majelis hakim bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan primer JPU.

Namun, Bonafisu Ariwibowo tidak sependapat dengan ketua majelis bahwa terdakwa terbukti dalam dakwaan subsidair, karena unsur ketiga tidak terbukti.

“Seharusnya bebas dari tuntutan,” kata Bonafisu Ariwibowo usai sidang.

Sebelumnya, usai pembacaan putusan, Ernawaty Anwar memberikan kesempatan kepada semua pihak, JPU dan terdakwa dalam rentan waktu 7 hari untuk menerima putusan atau mengajukan upaya hukum lain.

Sebelumnya, JPU, Resky Andri menuntut hukuman 6 tahun penjara, kepada Indra Jaya Yotce.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp.367,9 subsider 3 tahun penjara.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Tanpa Gol di Babak I, Pelatih PSM Tetap Mainkan Eero, Ini Alasannya!

PN Watampone Gelar Sidang dengan Dua Hakim, Melanggar!