in

Tolak Retribusi Rammang rammang yang Dibuat Bupati Maros, Pengelola Mogok Kerja

TRIBUN MAROS.COM, BONTOA – Warga Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, membubarkan Kelompok Sadar Wisata Rammang-rammang, Rabu (13/3/2019).

Warga membentuk Serikat Pelaku Wisata Rammang-rammang. Serikat tersebut menjadi wadah bagi warga untuk protes penerapan Peraturan Bupati (Perbub), nomor 33 tahun 2015.

Perda tersebut tentang perubahan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga di Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, diprotes warga.

Berdasarkan Perbub, Disbudpar Maros, memungut retribusi kepada wisatawan karts Rammang-rammang. Hal itu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bidang pariwisata.

Koordinator Serikat Pelaku Wisata Rammang-rammang, Iwan Dento, menilai Perbub tersebut cacat hukum, Rabu (13/3/2019).

Pasalnya, pada saat proses perumusan tahun 2015 lalu, Pemkab tidak melibatkan pemerintah Desa Salenrang dan pelaku wisata yang ada.

Perbub disahkan pada April pada tahun 2015. Sementara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dibentuk pada bulan Oktober
2015.

“Perbub tersebut baru di sosialisasikan pada tahun 2019. Bagi kami, Pokdarwis adalah legalitas pemerintah yang diberikan kepada warga dan kelompok untuk mengelola ruang yang berorientasi pada pariwisata,” ujar Iwan.

Pokdarwis sebagai lembaga desa dengan legalitas Peraturan desa. Itu sebagai hak otonomi desa yang berkewajiban kepada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes)

Perbub telah menodai legalitas Perdes dan Kepdes tentang pengelolaan wisata Rammang- rammang, sebagai represetasi pemerintahan ditingkat desa.


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Masuk Babak Final, 16 Tim Siap Bertarung di Piala Presiden Esports 2019

Cara Cek HP Samsung Asli atau Replika dengan Mudah, Kamu Wajib Tahu Agar Tak Tertipu