in

VIDEO : Detik-detik Polisi Geledah Gudang Kosmetik Ilegal di Toa Daeng Manggala

TRUBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Personel gabungan Polrestabes Makassar mengamankan ribuan kosmetik ilegal, di Jl Toa Daeng, Manggala, Selasa (12/3/2019).

Pengamanan barang bukti kosmetik yang diduga ilegal ini, dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Kompol Diari Astetika disalah satu rumah kos, di Jl Toa Daeng lorong 3.

“Selain mengamankan ada sekitar ribuan kosmetik yang diduga kiat ilegal karena ini tidak memiliki ijin, tiga orang juga sudah kami amankan,” ungkap Diari dilokasi.

Tiga orang yang dimaksud Kompol Diari diantaranya adalah, Asrul (19), Astuti (18) dan Arham (18). Mereka diduga sebagai pekerja atau buruh pembuat kosmetik.

“Mereka ini belum kami periksa secara detail terkait perannya ditempat tersebut. Tapi pengakuan sementara ketiga orang ini sebegai pekerja atau buruh,” jelas Diari.

Penggeledahan dilakukan didua rumah berbeda. Rumah pertama yang ditemukan ribuan kosmetik di Jl Toa Daeng lorong 3, sementara rumah lain berada di lorong 2.

Tim gabungan Polrestabes Makassar ini lakukan penggerebekan dan menggeledah rumah kos-kosan itu, dari pukul 15.40 Wita hingga 17.10 Wita dan menjadi perhatian.

Dalam penggeledahan itu, polisi temukan kosmetik tanpa nomor BPOM. Diantaranya, kosmetik pelembab rambu, krim pemutih wajah, dan krim penghilang bulu ketiak.

Selain itu, ada juga serbuk masker wajah, krim pelembut kulit kaki dan tangan, obat langsing, dan beberapa bahan-bahan untuk pembuatan kosmetik di dua rumah itu.

Dari dua rumah itu kata Kompol Diari, unit rumah di Toa Daeng lorong 3 jadi tempat pembuatan. Karena dalam rumah tersebut terdapat berbagai macam bahan kosmetik.

Sementara itu rumah lain di Toa Daeng 2 dijadikan seperti gudang atau toko untuk penyimpanan kosmetik jadi siap diedarkan melalui truk boks atau krimiman online.

“Jadi ada dua rumah, ini masih didalami lagi. Tapi fungsi dua rumah ini satunya itu semacam pabrik tempat pengolahan dan satunya lagi sebagai gudang,” ungkapnya.

Terkait pasal yang diterapkan, pasal 197 Undang-Undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman maksimal 15 tahun dan juga dendanya 1,5 Milyar. (dal)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:


di tulis oleh

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

3 Etika Pemakaian Smartphone di Kantor, Kamu Sudah Lakukan?

Gaet Banyak Pengguna, Akulaku Gelar Karnaval Edukasi Keamanan Layanan Fintek