3 Aksi Freestyle Paling Esktrem! Nomor Tiga Baru Orang Indonesia Yang Lakukan

Posted on

TRIBUNNEWS.COM – Atraksi menggunakan sepeda motor atau biasa disebut freestyle sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia.

Di dunia freestyle terdapat banyak tipe gaya, mulai dari yang dasar sampai berbau ekstrem. Untuk menekuninya pun memiliki rentang waktu yang berbeda-beda, namun pastinya gaya ekstrem memerlukan latihan khusus serta skill-skill yang tidak sembarang.

Penasaran gaya seperti apa yang disebut ‘ekstrem’? Cek berikut 3 aksi freestyle yang dijamin bisa buat kamu melongo!

Cordova Flip

Salah satu gerakan ekstrem di dunia freestyle MX (Motocross) adalah Cordova Flip. Dengan tangan menggenggam setang motor, pengendara harus menekan lutut ke belakang sambil membusungkan dada. Tak lupa freestyler pun harus melakukan backflip selama motor berada di ketinggian tertentu.

Adam Jones merupakan pembalap pertama yang membawa trik ini ke dalam pertunjukan extreme sport.

Dilansir dari Forty8, seorang freestyler bernama Massimo Bianconcini pernah mengungkapkan bahwa Cordova Flip sangatlah berbahaya.

“Saya tidak pernah ingin melakukan trik ini, saya tidak mau bunuh diri. Yang paling penting adalah kontrol. Kalau kamu tidak memiliki rotasi yang sempurna, yasudah kamu hanya bisa berdoa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Astra Honda Racing Team Sukses Jalani Debut di World Championship

Tsunami

Tsunami

Kamu tahu gerakan handstand dalam B-Boy? Penari akan mengambil posisi jungkir balik, dengan tubuh diagonal ke tanah sehingga tangan akan menopang seluruh tubuh.

Bedanya dengan Tsunami, freestyler akan melakukan handstand di udara.

5 Meter Quarter Pipe Ramp

5 Meter Quarter Pipe Ramp

Trik yang satu ini telah ditaklukkan oleh pembalap Indonesia, Agha Riansyah Putranto dan M Zulmi Aristiawan dan baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Pembalap harus membawa motor melalui pipe ramp setinggi 5 meter dan menjatuhkan motornya ke arah samping. Beberapa trik berbahaya yang akan mereka lakukan di atas pipa ini seperti Turn Up Whip, Superman Whip, Heel Clicker dan Rock Solid.

Skill dalam melakukan basic trick ‘Whip’ harus sudah matang. Akurasi timing dan penyesuaian gaya lompatan juga perlu diperhatikan. Soalnya gaya ini berbeda dengan lompatan biasanya karena dorongan gravitasi kita benar-benar ke atas, bukan ke depan,” jelas Agha yang merupakan anggota #76Rider.

Tidak hanya menggunakan 5 Meter Quarter Pipe Ramp, Agha dan Zulmi juga mampu melakukan gerakan 35 Meter Long Table Top.

“Orang luar itu kagum dengan kenekatan orang Indonesia karena dengan alat yang sederhana, kita sudah bisa eksplor gaya-gaya ekstrem yang memiliki risiko tinggi. Pokoknya #NyaliAjaNggaCukup tetapi juga dilengkapi dengan skill,” tambahnya.

Baca Juga :  Suzuki Kenalkan Skutik Access 125, Harganya Rp 12 Jutaan
Agha dan Zulmi
Agha dan Zulmi

Agha berharap, banyak rider muda lainnya yang siap terjun ke dunia freestyle. Tentu yang dibutuhkan wadah dan support agar bisa berprestasi. Seperti Agha dan Zulmi yang menemukan komunitas 76 Rider sehingga mereka mampu menjadi seperti sekarang ini.

Perlu diketahui, Agha sendiri sudah memiliki banyak prestasi, diantaranya Juara 4 FFA di seri 1 Trial Game 2014 kota Jember, Juara 3 FFA di seri 2 Trial Game 2014 kota Madiun, dan Juara 3 Campuran Open di seri 2 Trial Game 2014 kota Madiun.

Penulis: Dana Delani / Editor: Choirul Arifin



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar