3 Musisi Folk Indonesia Bentuk Proyek Bahaya Laten

Posted on

Danto dari Sisir Tanah mengatakan bahwa ide proyek ini lahir dari obrolan yang mulai digulirkan sejak kuartal pertama 2018. Saat itu, dia bersama Iksan Skuter dan Jason Ranti kerap bertemu di belakang panggung. Di sana lah muncul ide. Apalagi, ketiganya punya karya yang sama mengungkapkan kegelisahan dalam kehidupan sosial.

“Sebagai sesama musisi folk, kami kerap tampil dalam acara yang sama. Karya kami sama-sama mengungkapkan kegelisahan terhadap situasi sosial, meski bahasa ungkap kami mungkin berbeda mengikuti karakter kami masing-masing. Dari situlah muncul ide, bagaimana kalau berkolaborasi bersama,” kata Danto saat dihubungi JawaPos.com, Senin (21/5).

“Ya ngobrol, obrolan pertama di Muara Market, di situ tema besarnya kami udah sepakat. Baru besoknya ngobrol lagi, tapi kali ini masing-masing pegang gitar,” sambung Jason Ranti.

Setelah disepakati, Iksan Skuter, Jason Ranti dan Sisir Tanah kemudian memilih nama kolaborasi ini dengan sebutan Proyek Bahaya Laten. Tentu ketiganya juga punya alasan kuat memberi nama proyek itu dengan sebutan tersebut. Istilah ‘bahaya laten’ yang kerap muncul di masyarakat itu sendiri sudah diangkat Jason Ranti dalam salah satu lagunya. Kemudian, istilah itu disepakati karena secara literal mereka memang sedang menciptakan sebuah bahaya yang laten dan menyenangkan.

“Selain karena berbagi kegelisahan yang sama, kolaborasi ini juga menjadi upaya untuk mencoba memberi pandangan alternatif bahwa musisi bisa saling berbagi karya, saling mengapresiasi dan yang tak kalah penting kolaborasi semacam itu bisa dilakukan secara mandiri, artinya tidak perlu tergantung pada sponsor besar tertentu,” jelas Danto.

Proyek Bahaya Laten kini tengah mempersiapkan amunisi pertama berbentuk album penuh. Saat ini, fase produksi masih berlangsung. Pada 15-16 Mei lalu, mereka menyelesaikan rekaman di Studio Lokananta, Solo.

Selama dua hari, di tanah netral itu, tiga musisi ini bertukar ide. Iksan Skuter, Jason Ranti dan Sisir Tanah menghasilkan sekaligus merekam materi yang masuk ke album Proyek Bahaya Laten yang akan dirilis secara massal setelah Lebaran 2018. Proses ramu rekam diselesaikan di dua kota sekaligus, Malang dan Jakarta.

Seiring perjalanan waktu, satu demi satu rencana yang disusun akan dicoba untuk diwujudkan dengan kapasitas bersenang-senang yang tebal. Ada banyak misi yang diemban dalam perjalanan kolaborasi ini. Salah satu muara yang dirancang adalah tur mandiri yang akan berlangsung di bagian akhir tahun.


(ded/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar