4 Langkah Jitu Wujudkan Keluarga Harmonis

Posted on

JawaPos.com – Harus diakui kemajuan teknologi memang bisa memberikan pengaruh negatif terhadap keharmonisan keluarga. Misalnya, ketika kumpul dengan keluarg, masing-masing anggota hanya sibuk bermain dengan gadgetnya. Padahal, di dalam keluarga, ada anak-anak yang harus dididik secara akademis dan mental sebagai generasi penerus bangsa.

Maka diperlukan peran dan perhatian orang tua yang besar. Apalagi jika di dalam keluarga masih ada usia anak dalam masa periode emas (golden age) 1000 hari pertama.

Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sigit Priohutomo menyebutkan sedikitnya ada 8 fungsi keluarga yang bisa diimplementasikan. Di antaranya, agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan) dan pembentukan karakter sejak dini, untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Semuanya diterapkan dengan konsep pendekatan keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi. “Keluarga harus memperhatikan pola asuh anak dan memberikan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan yang sebaik-baiknya, kepada keluarga yang memiliki balita harus penuhi asupan gizi anak mulai dari 1000 hari pertama kehidupan ” jelas Sigit, Selasa (3/7).

Baca Juga :  Jaga Rumah Tetap Nyaman Saat Musim Hujan dengan 5 Langkah

Untuk menggerakkan dan memgedukasi masyarakat agar lebih mempererat keluarga harmonis, BKKBN mewujudkannya lewat Taman Keluarga di Manado yang menjadi simbol perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV tahun 2018. Taman Keluarga dibangun guna mewujudkan rumah tangga yang harmonis.

Dia meminta masyarakat bisa mewujudkan keluarga harmonis dengan empat cara konsep pendekatan. Di antaranya,

Konsep pendekatan keluarga yang digunakan yakni Keluarga Berkumpul. Caranya dengah meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget), televisi, atau alat elektronik lainnya).

Tak hanya berkumpul tetapi harus berinteraksi. Saling berbagi cerita misalnya bisa dilakukan di meja makan. Keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas).

Baca Juga :  Selalu Berambisi, 4 Zodiak Ini Terlalu Fokus dan Serius | JawaPos.com

Setiap keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk membuat diri dan keluarganya tidak bergantung pada pihak lain. Sehingga bisa menjadi keluarga mandiri dan teladan bagi lingkungan.

Keluarga Peduli dan Berbagi

Yaitu keluarga yang mampu dan lebih beruntung mempunyai kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain. Saling berbagi juga bisa melatih mental dan moral anak menjadi pribadi yang baik.

(ika/ce1/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar