4 Tersangka Kasus Korupsi Rabat Beton Matano Lutim Kini Mendekam di Lapas Gunung Sari

Posted on

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur sudah menerima berkas dan empat tersangka atau tahap dua kasus dugaan korupsi rabat beton di Dusun Matano, Desa Matano, Kecamatan Nuha dari Polres Luwu Timur, Rabu (30/5/2018).

Empat tersangka adalah Yoel Bua Rante (34) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, konsultan proyek Andi Nur Alam (36) dan Direktur CV Cakra Rahwana, Aswin Bahar (34) dan pelaksana kegiatan, Rusman.

Nama empat tersangka tersebut keluar setelah hasil gelar perkara penyidik Polres Luwu Timur di Polda Sulsel, pada Selasa (10/10/2017).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Luwu Timur, Koharuddin membenarkan tahap dua kasus tersebut. Berkas sudah diterima dan empat orang tersangka sudah dibawa ke Lapas Gunung Sari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga :  Nelayan di Majene dilaporkan hilang saat melaut

Baca: Korupsi Rabat Beton Matano, Status Kadis Perumahan Luwu Timur Tunggu Ini

Baca: Korupsi Rabat Beton Matano Luwu Timur, Tiga Tersangka Masuk Penjara, Satu Tunggu Ini

Koharuddin menuturkan tersangka diduga melawan hukum atau melakukan penyimpangan dalam proses pembangunan rabat beton Dusun Matano, Desa Matano, Kecamatan Nuha. “InsyaAllah kasus ini akan segera disidangkan,” ujarnya.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah merampungkan hasil audit perhitungan kerugian negara pada proyek tersebut.

Audit atas temuan ahli dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan ditemukan adanya kerugian negara Rp 1,5 milliar dari anggaran senilai Rp 1,9 milliar.

Proyek rabat beton tahun 2016 tersebut menghabiskan APBD Rp 1,9 milliar dan dikerjakan CV Cakra Rahwana.

Baca Juga :  Acuhkan Dukungan Rakyat, Anak Mantu Plt Gubernur Maluku Utara Sayangkan Deng Iwan

Sebagai informasi, penyidik Polres Luwu Timur juga sudah memeriksa Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin, diruang penyidikan, 11 September lalu.

Zainuddin diperiksa selama empat jam sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut.(*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar