7 Kebijakan Berkendara Yang Harus Kamu Tahu Saat Asian Games 2018

Posted on

JawaPos.com – Gelaran Asian Games 2018 tinggal menghitung hari saja. Sedianya pada 18 Agustus 2018 event olahraga internasional tersebut akan mulai diselenggarakan. Event ini menjadi amat penting bagi Indonesia lantaran jutaan pasang mata di dunia akan menyoroti gelaran yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang itu.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono menuturkan pihaknya bersama dengan Jasa Marga serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengatur rekayasa lalu lintas selama event berlangsung. Selain lalu lintas, indikator lain yang harus ada saat Asian Games 2018. Apa saja?

Perpindahan Atlet dari Venue ke Venue Lain Tidak Boleh Lebih dari 30 Menit

Faktor lalu lintas sangat dikedepankan saat Asian Games 2018. Pasalnya, jarak waktu tempuh yang dibutuhkan para atlet untuk berpindah lokasi tanding tidak boleh lebih dari 30 menit. Hal ini yang membuat Kementerian Perhubungan bersama stakeholder lain harus betul-betul memperhatikan rekayasa lalu lintas untuk kelancaran mobilisasi para atlet dan penonton dari luar negeri.

“Ini bukan soal ganjil genap dan truk saja. Tapi bagaimana meyakinkan tanggung jawab bahwa movement atlet tidak boleh lebih dari 30 menit. Jika lebih dari 30 menit maka jadwal pertandingan bisa berantakan,” jelas Bambang.

Bisa dibayangkan bukan, macetnya lalu lintas dari GBK ke Kemayoran saat hari normal. Kalau tidak ada rekayasa lalu lintas, berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan para atlet?

Kadar Karbondioksida di Jakarta Harus Turun

Bambang mengatakan selasa Asian Games 2018 karbondioksida harus diturunkan guna menjaga iklim yang akan berpengaruh ke kesehatan para atlet. Bambang mengatakan jangan sampI ada atlet yang klaim tak bisa dapatkan medali emas gara-gara kadar karbondioksida terlalu tinggi di Jakarta dan Palembang.

Agaknya, kebijakan ini harus diperhatikan juga oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya hal ini kuat kaitannya bahan bakar minyak yang menyumbang polusi udara. Apalagi, Kementerian ESDM sudah mengeluarkan aturan soal penjualan kembali premium yang beroktan 88 di wilayah Jawa Madura dan Bali.

Baca Juga :  Harga Rendah, Momentum Pas Borong Saham PGAS

Tak Boleh Ada Mobil yang Masuk Gelora Bung Karno Selama Event Berlangsung

Seiring dengan adanya kewajiban meningkatkan standar kualitas udara. Maka tidak ada mobil yang boleh masuk area GBK kecuali mobil pemimpin negara. Begitupun dengan panitia. Kawasan GBK akan disterilkan dari kendaraan bermotor.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, INASGOC akan menyediakan lahan parkir di beberapa titik di luar area GBK sehingga masyarakat didorong untuk menggunakan transportasi massal. Caranya dengan menyiapkan feeder dari Kalideres, Lebak Bulus, Ragunan, Pulo Gebang dan Kampung Rambutan.

“Kita siapkan feeder untuk transportasi ke venue yang kedua kita sudah juga sampaikan inasgoc nanti akan kita pertebal arkir disekitar gedung karena di GBK gak boleh pakai kendaran,” jelasnya.

Perluasan Sistem Ganjil Genap di Jalan Arteri dan Jalan Tol

Dinas Perhubungan akan melakukan perluasan ganjil genap di pintu Tol Tambun Bekasi dan Pintu Tol Dawuan Jagorawi. Sebelumnya, kebijakan ganjil genap hanya mencakup Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur serta pintu tol Cibubur. Sedangkan di jalan arteri DKI Jakarta yang semula di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Gatot Subroto saja.

Namun selama Asian Games 2018 berlangsung ganjil genap diperluas ke Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan D.I. Panjaitan, Jalan S. Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT, Haryono dan Jalan Metro Pondok Indah. Kebijakan ini akan mulai diujicoba pada 2 Juli 2018.

Lajur Khusus di Tol Dalam Kota Untuk Para Atlet dan Pendukung

Baca Juga :  Giliran SPBU Vivo Ikut-ikutan Naikkan Harga BBM

Dinas Perhubungan akan menyediaka lajur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus. Lebih dari 100 km panjang jalan tol di Lajur 1 akan didedikasikan menjadi lajur khusus mobilitas kendaraan atlet dan angkutan bus.

Ruas tol yang akan diberlakukan LKAU ini meliputi ruas Tol Dalam Kota (21,6 km), ruas Tol Pelabuhan (25,8 km), ruas Tol Wiyoto Wiyono (26,2 km) dan ruas Tol Jagorawi (26,8 km), yang akan dilengkapi marka dan rambu.

Kebijakan Pembatasan Lalu-Lintas Angkutan Barang Dibatasi

Saat ini telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan dimana kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas pada ruas tol tersebut diluar pukul 22.00 05.00 WIB.

Khusus pada masa penyelenggaraan Asian Games pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV dan V akan diperluas ke ruas Tol Cawang Tj. Priok, ruas Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang TMII dan ruas Tol Cawang Cikunir.

Armada Bus Transjakarta di Rute Venue Ditambah

Selama Event Asian Games berlangsung. Akan ada penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata).

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar