Aksi Balap Liar Dinilai Jadi Tradisi Anak Muda Maros setiap Ramadan

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Aksi balapan liar yang meresahkan warga dan pengendara, seolah menjadi tradisi anak muda setiap bulan Ramadan, Senin (21/5/2018).

Kasat Lantas Polres Maros, AKP Sulaeman mengatakan, selain dijadikan ajang menanti waktu berbuka puasa, aksi balapan liar tesebut juga kerap dilakukan usai salat subuh.

“Aksi anak muda tersebut sangat meresahkan warga sekitar. Semoga tidak berlomba-lomba meresing motornya. Tetap kendarai motor standar dan jangan terlibat aksi balap liar,” ujarnya.

Baca Juga :  Keturunan Sulsel di Balikpapan Dukung IYL-Cakka, Ini Alasannya!

Selain itu, aksi tersebut juga mengancam keselamatan pelaku dan pengguna jalan lain yang melintas.

“Setiap tahun kami gencar razia, tapi mereka juga selalu menjalankan aksinya. Padahal aksi itu membahayakan nyawa pelaku dan warga yang melintas,” katanya.

Meski begitu, polisi juga tetap gencarkan razia kendaraan. Motor yang diamankan langsung diangkut ke Mapolres Maros dan ditilang.

Jika motor tidak memiliki STNK karena hilang, baru bisa dilepas setelah memenuhi standar.

Satlantas gencarkan razia kendaraan selama Ramadan diberbagai lokasi yang rawan jadi arena balap liar, diantaranya Lau, Bantimurung, Bontoa, dan Marusu.

Baca Juga :  Jadwal dan Live Streaming PSM Makassar Vs Madura United: Ambisi Juku Eja Pimpin Klasemen



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar