arus mudik – puncak arus mudik Mamuju diperkirakan malam ini

Posted on

Mamuju (Antara Sulel) – Puncak arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriah atau 2018 di Terminal Tipe A Simbuang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat diperkirakan berlangsung hari Sabtu.

“Hari ini kami perkirakan merupakan puncak arus mudik Idul Fitri karena para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai libur,” kata Kepala Terminal Simbuang Sukri di Mamuju, Sabtu.

Aktivitas pemberangkatan dan kedatangan warga di Terminal Simbuang, baik bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan AntarKota Dalam Provinsi (AKDP) pada H-7 Idul fitri atau Jumat malam hingga Sabtu dinihari kata Sukri, mulai mengalami peningkatkan, dibanding hari-hari biasa.

Ia menyatakan, terjadi lonjakan penumpang sekitar 20 hingga 30 persen pada arus mudik Idul Fitri 2018 dibanding hari biasanya.

“Terjadi peningkatan penumpang arus mudik lebaran sekitar 20 sampai 30 persen dibanding hari biasa,” kata Sukri.

Pada Jumat malam lanjutnya, tercatat 13 bus yang berangkat dari Terminal Simbuang Kabupaten Mamuju dengan tujuan Kota Makassar Sulawesi Selatan.

“Kemarin (Jumat malam) ada 13 bus yang berangkat dengan jumlah penumpang sebanyak 353 orang,” ucapnya.

Jumlah itu lanjutnya, meningkat dibanding pada arus mudik Idul Fitri 2017 pada hari yang sama atau pada H-7 lebaran dengan jumlah bus yang berangkat sebanyak 10 bus dan penumpang 208 orang.

Sementara, kedatangan penumpang pada arus mudik di Terminal Simbuang pada Jumat malam, tambahnya, sebanyak 10 bus dengan 138 penumpang.

“Di Terminal Simbuang ini melayani rute utama yakni Mamuju-Makassar Sulsel dan sebaliknya. Namun, banyak juga penumpang turun sebelum Kota Makassar, seperti Parepare, Barru Pangkep, bahkan ada juga penumpang lintasan dengan tujuan Palopo, Tana Toraja dan Enrekang tetapi tetap menggunakan bus AKAP Mamuju-Makassar,” ujar Sukri.

Ia mengatakan, terdapat delapan PO (Perusahaan Otobus) yang beroperasi di Terminal Simbuang.

“Setiap PO menyiapkan satu armada dan itu belum termasuk beberapa PO kecil lainnya yang juga mengangkut penumpang lintasan atupun penumpang AntarKota Dalam Provinsi (AKDP),” terangnya.

Mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang kata Sukri, pihaknya telah melakukan berbagai langkah salah satunya dengan meminta setiap PO untuk menyiapkan armada cadangan.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar