Asuransi Jiwa Catat Pertumbuhan Pendapatan Premi 23,3 Pesen

Posted on

JawaPos.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan pendapatan premi industri asuransi jiwa di awal tahun 2018 sebesar 23,3 persen. Hasil tersebut membuktikan bahwa industri asuransi jiwa, memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Pertumbuhan ini juga memberikan gambaran bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa tetap terus meningkat.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim, mengatakan pencapaian pendapatan premi yang meningkat di kuartal pertama ini, memberikan gambaran yang baik bagi pertumbuhan industri selanjutnya.

“Total pendapatan (income) industri asuransi jiwa di kuartal pertama 2018 mengalami perlambatan, hal ini disebabkan adanya nilai negatif dari hasil investasi di Q1 2018. Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 101,0 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (28/5).

Dia melanjutkan, pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan yang meningkat, berimbas pada peningkatan total pendapatan premi sebesar 23,3 persen pada kuartal pertama 2018, menjadi Rp 52,49 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 42,58 triliun.

Baca Juga :  Neraca Perdagangan Mei 2018 Kembali Defisit, Ini Penyebabnya

“AAJI mencatat, pertumbuhan total pendapatan premi didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 41,1 persen  dan berkontribusi sebesar 46,4 persen. Saluran keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 19,6 persen dengan kontribusi 37,2 persen, disusul oleh saluran distribusi alternatif yang pada tahun ini mengalami penurunan 4,1 persen dan berkontribusi sebesar 16,5 persen pada kuartal pertama 2018,” jelas dia.  

Terkait investasi, Hendrisma menjelaskan bahwa Jumlah Investasi pada kuartal pertama 2018, meningkat sebesar 16,8 persen atau Rp 491,52 triliun.  Kenaikan di sejumlah indikator, secara signifikan mempengaruhi kenaikan pada total aset menjadi sebesar 15,6 persen, atau senilai  Rp 550,08 triliun, melesat cukup jauh dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 475,75 triliun.

Baca Juga :  Antisipasi Libur Lebaran, Pertamina Bentuk 2.426 Pangkalan Siaga LPG

“Berdasarkan pencapaian pertumbuhan, ini menjelaskan bahwa, industri asuransi jiwa terus tumbuh, melalui komitmen upaya peningkatan literasi dan inklusi yang terus disampaikan kepada masyarakat Indonesia, dan kami optimis kinerja industri asuransi jiwa akan meningkat signifikan di sepanjang tahun 2018 nantinya,” tutupnya. 

 

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar