Avtur Mahal, Garuda Indonesia Ajukan Kenaikan Tarif Batas Atas

Posted on

JawaPos.com – Maskapai penerbangan plat merah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengajukan kenaikan tarif batas atas penerbangan pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal tersebut didorong oleh mahalnya harga bahan bakar (avtur) akibat dari kenaikan harga dolar yang membebani keuangan perseroan.

Meskipun demikian, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury, Rupiah yang melemah juga memberikan keuntungan bagi perseroan lantaran mata uang pelaporan keuangan Garuda adalah dolar. 

“Maka kita bukukan keunutungan karena sebagian besar kewajiban Rupiah kita bisa bukukan keuntungan dalam laporan,” ujar Pahala di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (28/5).

meskipun demikian, kata Pahala, meski telah meraup keuntungan dari lemahnya mata uang Garuda, pihaknya tetap waspada. Pasalnya, cash flow pendapatan, kontribusi uang dolar sebesar 30 persen, sementara sisanya atau sekira 70 persen masih menggunakan dolar untuk maintence, fuel dan sewa pesawat.

Baca Juga :  Tol Semarang–Batang Punya Daya Tarik Jembatan Ikonis

“Jadi pendapatan kita tidak diimbangi kenaikan biaya yang besar,” imbuhnya.

Hal itu lah yang membuat Garuda Indonesia akan mengusulkan kenaikan tarif, di mana penyesualannya dilakukan pada 2016. Sebelumnya batas bawah tarif sekitar 40 persen, sekarang sebesar 30 persen dari tarif batas atas. 

“Ini kita berharap ada dilakukan penyesuaian. Apalagi dua tahun lalu fuel tidak naik, tahun lalu kenaikan 29 persen, tahun ini sudah 12 persen, jadi kenaikan fuel 40 persen.  Jadi ya kita lihat. Kembali aja ke tarif batas sebelumnya dari 30 persen di sesuaikan ke 40 persen,” tandasnya.

Baca Juga :  Bagi yang Mau Nukar Uang Baru, BI Buka di Jalur Mudik Ini

 

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar