Banyak Kecelakaan, Waspada sebelum Pintu Tol Bandar Kedungmulyo

Posted on

Jalan mulus dan trek lurus kerap menggoda pengemudi untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pengelola tol pun mengingatkan setiap pengemudi untuk menahan diri.

————-

Sejak beroperasi penuh pada 10 September 2017, tercatat terjadi 71 kecelakaan di tol Mojokerto–Jombang. Merujuk data sampai akhir April 2018, dua korban tewas akibat kecelakaan. Kecelakaan paling sering terjadi menjelang pintu tol Bandar Kedungmulyo. ’’Titik yang rawan di Km 673 arah pintu tol Bandar atau dari arah Surabaya,’’ kata Rifan Tsamany, deputi kepala Departemen Manajemen Pendapatan Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto. Setidaknya ada tujuh kejadian di titik tersebut.

Kompleks Pondok Tebuireng yang menjadi jujukan santri untuk belajar ilmu agama. Dengan adanya tol, santri kian mudah menjangkau wilayah tersebut. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS)

Menjelang pintu tol Bandar, treknya memang lurus. Kondisi itu membuat pengemudi tergoda untuk makin mempercepat laju kendaraan. Apalagi, pintu tol sudah berada di depan mata. Jadi, titik tersebut dianggap sebagai kesempatan untuk memacu kecepatan kendaraan sebelum masuk ke jalan nasional yang laju kendaraan tidak bisa dipacu maksimal lagi.

Pengelola tol pun mengingatkan setiap pengemudi untuk menahan diri. ’’Jangan tergoda untuk menambah kecepatan karena berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Ban kendaraan bisa pecah,’’ ujar Rifan.

Pernyataan itu didasarkan analisis dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Mayoritas kecelakaan disebabkan pecahnya roda. Karena itu, pengelola tol meminta setiap pengemudi selalu waspada menjelang pintu Bandar. Kewaspadaan tersebut diperlukan lantaran di titik itu rawan terjadi kecelakaan dan kemacetan saat libur panjang. Ketika libur panjang, antrean di gerbang tol Bandar sering kali mencapai satu kilometer. Tidak jarang juga stagnan hingga beberapa waktu.

Rambu-rambu peringatan telah banyak dipasang di sepanjang tol yang panjangnya mencapai 40,5 km tersebut. Bahkan, pengelola tol memasang kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya asap saat musim kemarau. Di kanan-kiri tol Mojokerto-Jombang, memang mayoritas masih area persawahan. Sebagian sawah ditanami padi dan sebagai lainnya adalah lahan tebu. Nah, jika musim panen tiba, sisa hasil panen dibakar di area persawahan sehingga menimbulkan asap tebal.

Banyaknya rambu peringatan tersebut merupakan bagian pelayanan pengelola kepada pengguna tol. ’’Demi pelayanan terbaik, kami selalu membenahi hal-hal yang dirasa masih kurang. Misalnya, perbaikan jalan di beberapa titik,’’ jelas Rifan.

Selama dua pekan terakhir, perbaikan ruas tol Mojokerto-Jombang memang terlihat di beberapa titik. Di antaranya, di Km 694, 692, 690, dan 686. Beton-beton yang mengalami kerusakan diganti. Perbaikan sejumlah spot itu klir pada 21 Mei. ”Setelah itu tidak ada perbaikan,’’ terang pria asal Semarang tersebut.

PT Astra Tol Nusantara adalah holding tol Astra dan pemegang saham di ruas Jombang-Mojokerto, Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, dan Semarang-Solo. Kepemilikan di tol Jombang-Mojokerto 100 persen, Tangerang-Merak 79 persen, Cikopo-Palimanan 45 persen, dan Semarang-Solo 40 persen. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jombang-Mojokerto adalah PT MHI atau disebut Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto. Saat ini sejumlah fasilitas sudah tersedia. Antara lain rest area dan sentra komunikasi buat pengguna. 

Dekatkan dengan Wisata Religi

Jombang merupakan Kota Santri. Banyak ulama besar yang lahir, tinggal, serta dimakamkan di Jombang. Ribuan pondok pesantren juga tersebar di seantero kota tersebut. Tol Trans-Jawa menyambungkan kota-kota lainnya di Pulau Jawa dengan Jombang.

Kondisi itu ditangkap pengelola tol. Mereka pun membuka dua pintu tol di wilayah Jombang: pintu tol Jombang dan Bandar Kedungmulyo di perbatasan dengan Kertosono. Pintu tol tersebut dibuka sebagai akses bagi orang-orang untuk menikmati wisata religi di Jombang.

’’Pintu tol Jombang memang sangat istimewa,’’ kata Rifan Tsamany, deputi Kepala Departemen Manajemen Pendapatan Astra Infra Toll Road Jombang Mojokerto. Pintu tol tersebut berada di Tembelang atau berdekatan dengan kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (Tambakberas). Di kompleks pondok itu pula salah satu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah, dimakamkan. Bukan hanya itu, pintu tol tersebut juga hanya berjarak tempuh sepuluh menit dari Pondok Pesantren Tebuireng. Pondok yang didirikan Rais Akbar sekaligus pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Salah satu pondok yang menjadi jujukan jutaan santri untuk belajar ilmu agama.

Di kompleks Pondok Tebuireng itu, KH Hasyim Asy’ari dimakamkan. Berdampingan dengan putra dan cucunya yang juga menjadi tokoh penting NU dan negeri ini: KH Wahid Hasyim dan Presiden Indonesia Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Makam ketiganya selalu ramai peziarah. Nah, dengan adanya tol, peziarah bakal semakin mudah menjangkau makam tokoh-tokoh tersebut. ’’Pintu tol Bandar juga menarik. Sebab, ada kompleks Masjid Moeldoko yang cukup megah,’’ jelas Rifan.

(fim/c14/oki)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar