Begini Penjelasan Gubenur BI Soal Rupiah yang Terus Mengalami Tekanan

Posted on

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir. Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.404 per USD atau yang terlemah pada tahun ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah pada Juni 2018 mendapat tekanan, terutama sejak pertengahan bulan karena dipicu penguatan dolar AS yang terjadi dalam skala global.

Padahal, nilai tukar rupiah sempat berada dalam tren menguat sampai dengan pertengahan Juni 2018, bahkan sempat tercatat sebesar Rp 13.853 per USD pada 6 Juni 2018 sebagai respons atas kebijakan pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve bank sentral pada bulan sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo (DOK. JAWA POS)

“Namun, perubahan stance kebijakan the Fed pada FOMC pertengahan Juni 2018 yang lebih agresif, respons kebijakan bank sentral lain yang berubah khususnya bank sentral Uni Eropa dan Tiongkok, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat, memicu pelemahan hampir seluruh mata uang dunia tidak terkecuali rupiah,” ujarnya di Gedung Pusat BI, Jakarta, Jumat (29/6).

Dia menjelaskan, pada Kamis (28/6) rupiah tercatat Rp 14.390 per USD, melemah 3,44 persen dibandingkan dengan level akhir Mei 2018. Sementara dibandingkan Desember 2017, rupiah melemah 5,72 persen year to date (ytd) atau lebih rendah dibanding dengan pelemahan mata uang negara berkembang lainnya seperti Filipina, India, Afrika Selatan, Brazil dan Turki

“Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan,” tandasnya. 

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar