Begini Saran Polisi Buat Via Valen, Jika Merasa Dilecehkan

Posted on

JawaPos.com – Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya siap menerima laporan dari pedangdut Via Valen yang merasa mendapatkan pelecehan secara verbal oleh oknum pesepak bola terkenal. Namun, hingga saat ini, pelantun lagu sayang itu belum melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian.

“Kalau dia merasa dilecehkan silahkan lapor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/6).

Dia mengaku belum mengetahui secara detail kasus yang menimpa Via Valen. Namun, jika benar ada pelecehan secara verbal maka akan ditindaklanjuti.

Curahan hati dari pedangdut Via Valen di akun Instagramnya. (Istimewa)

“Pelecehan seksual? Pelecehan seksual seperti apa, silahkan lapor biar ketahuan semua dari labfor,” pungkas dia.

Ketika ditanya soal kasus pelecehan seksual yang diterima Via, Argo enggan menjelaskan secara rinci. Dia pun meninggalkan awak media. “Makasih ya,” singkatnya.

Seperti diberikan sebelumnya, Pedangdut Via Vallen disarankan membawa kasus pelecehan verbal yang dialaminya kepada polisi. Sebab, bukti yang dimiliki kuat, berupa direct message (DM) melalui Instagram.

“Saran saya, Via harus berani ungkap agar bisa diproses ke ranah hukum. Pelecehan terhadap perempuan itu ada konsekuensi hukumnya,” ujar Koordinator Perubahan Hukum LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Veni Siregar kepada Jawa Poskemarin (5/6).

DM itu ditulis dalam bahasa Inggris. Berbunyi, “I want u sign (sing, mungkin salah tulis jadi sign, Red) for me in my bedroom, wearing sexy clothes (aku ingin kamu menyanyi di kamarku, mengenakan baju seksi).” Lantas ditangkap layar (screenshot) oleh Via kemarin dan diunggah ke fitur Insta Story.

Via menyertai unggahan itu dengan sejumlah kalimat bernada kesal. Dia mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan si pengirim DM tak senonoh tersebut. “Sebagai penyanyi, saya merasa dipermalukan oleh seorang pemain sepak bola ternama di negara saya saat ini,” tulis Via.

Lantas, di unggahan berikutnya, pelantun Sayang itu menampilkan hasil layar tangkap percakapannya dengan si pengirim DM. Si pengirim terkesan kaget dan kecewa karena Via mengunggah hasil capturenya. Juga sempat memohon untuk menghubungi penyanyi yang lagunya, Sayang, sudah mencatat hampir 154 juta view di YouTube itu.

Baca Juga :  Datangi Istri Bersama Anak-anak, Sule Usahakan Rujuk

“Saya harap kamu menjadi orang yang lebih baik,” tulis Via sembari mengungkapkan bahwa dirinya sudah memblokir akun tersebut.

Lalu, siapa pesepak bola yang dimaksud? Ketika dikonfirmasi Jawa Pos via WhatsApp, Via enggan berkomentar soal insiden itu. “Mohon maaf, saya nggak mau bahas itu,” tulisnya.

Banyak yang menduga pesepak bola tersebut adalah penyerang Persija Jakarta Marko Simic. Upaya Jawa Pos untuk meminta keterangan pemain asal Kroasia itu lewat pesan WhatsApp dan kontak langsung ke telepon selulernya tak membuahkan hasil.

Yang pasti, fitur komentar di akun Instagram Simic kemarin dinonaktifkan. Tadi malam latihan Persija menjelang laga melawan PS Tira pada Jumat (8/6) yang biasanya terbuka juga mendadak tertutup.

Padahal, paginya, saat dimintai konfirmasi, Media Officer Persija Eko Yudiono memastikan bahwa latihan di Lapangan PS TNI-AU, Jakarta, itu terbuka. Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco biasanya memang baru mengagendakan latihan tertutup H-2 laga.

Manajer Persija Ardhi Tjahjoko mengatakan, pengirim pesan tidak senonoh terhadap Via belum tentu Simic. “Siapa tahu itu hoax. Tapi, kalaupun benar, ya itu biarkan menjadi urusan pribadi mereka,” tutur mantan manajer Persija versi Indonesian Premier League (IPL) tersebut.

Direktur Utama PT Persija Jaya Jakarta I Gede Widiade mengaku belum mendengar penjelasan langsung dari Simic. Menurut dia, persoalan itu urusan pribadi.

Jadi, sulit bagi manajemen menyentuh permasalahan tersebut terlalu dalam. Kendati demikian, apabila urusan pribadi merugikan klub, ada hukuman. “Dalam peraturan perusahaan dan perjanjian kontrak, ada tata tertib. Itu (punishment, Red) akan diberlakukan sesuai perjanjian kontrak,” kata Gede.

Padahal, Jawa Pos yang mengonfirmasi di pagi harinya kepada Media Officer Eko Yudiono sempat bilang bahwa Persija tetap berlatih secara terbuka di Lapangan PS TNI-AU, Jakarta.

Baca Juga :  Gua Bukan Nicholas Saputra-nya 2018

Sementara itu, dukungan terhadap langkah Via yang berani speak up (mengungkapkan yang dialami) juga datang dari Sandra Olga. “Not only you, send my flower to you,” tulisnya di kolom komentar postingan Via di Instagram.

Ketika dihubungi tadi malam (5/6), presenter dan model itu menuturkan pernah mengalami kejadian serupa. “Saya mengerti apa yang terjadi dengan Via,” ujarnya.

Pelakunya pun ditengarai sama dengan sosok yang telah melecehkan Via. “Menurut saya, waktu itu lebih kayak promosi diri, nggak sampai abuse,” ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, ketika Jawa Pos mengirimkan foto capture Insta Story Via Vallen, Sandra sudah mengerti bahwa yang dimaksud pedangdut asal Sidoarjo itu adalah Simic. Walaupun dalam Insta Story itu tidak dicantumkan nama pengirim DM tak senonoh tersebut.

“Aku tahu siapa itu. Foto yang dicapture itu foto lama. Barusan ganti DP,” katanya dini hari tadi.

Sandra mengaku juga kerap diajak keluar oleh Simic. Namun, karena merasa tidak begitu kenal dan aneh dengan sikap Simic, Sandra menolaknya. “Cowok gila,” tegasnya.

Menurut Veni, selama ini memang korban pelecehan verbal enggan melapor. Sebab, proses hukumnya memang bisa panjang sekali.

Dia mencontohkan saat mendampingi korban pelecehan yang dilakukan Anand Krishna. Proses hukumnya butuh waktu hingga tiga tahun. Hingga akhirnya jatuh putusan kasasi 2 tahun 6 bulan untuk Anand.

“Salah satu bukti waktu itu, ada e-mail yang berisi pujian tapi diikuti dengan kata-kata yang menjurus pelecehan,” kata dia. 

(dna/rgm/yes/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar