Beli Tanpa DP Akan Permudah Generasi Milenial Sulit Punya Rumah

Posted on

JawaPos.com – Mahalnya harga properti di Indonesia kian membelenggu mayoritas generasi milenial yang ingin memiliki rumah. Biasanya, mereka terkendala karena besaran uang muka atau down payment (DP) yang ditetapkan developer maupaun bank. Di sisi lain, rata-rata penghasilan mereka juga banyak yang belum bisa menjangkau keinginan memiliki hunian.

Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial berupa relaksasi loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Kemudahan yang akan berlaku pada 21 Agustus 2018 ini nantinya memungkinkan masyarakat bisa membeli rumah tanpa DP untuk pembelian pertama.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira optimis relaksasi untuk aturan LTV akan memberi stimulus terhadap pertumbuhan kredit di tengah naiknya suku bunga acuan khususnya KPR. Dia memperkirakan pertumbuhan KPR bisa mencapai 14 persen untuk kebijakan tersebut.

“Pangsa pasar generasi muda atau milenial cukup besar khususnya di perkotaan. Selama ini terhambat DP rumah yang mahal terutama hunian pertama. Kalau LTV melonggarkan DP hingga 0 persen pasti disambut generasi muda ini. Bagi kelas menengah atas akan memanfaatkan kebijakan LTV untk menambah investasi properti,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (30/6).

Baca Juga :  Lulus Uji Kelayakan, Solo-Ngawi Segera Tersabung Lewat Jalan Tol

Meski demikian, ada dampak yang perlu diperharikan dari relaksasi LTV, salah satunya terkait non performance loan (NPL) atau kredit bermasalah kendati bank sentral memberi batasan maksimal NPL untuk bisa memanfaatkan program DP 0 persen untuk KPR.

“Intinya pengawasan harus tetap diperketat, bank juga tidak boleh langsung jor2an harus lihat profil per debitur. Jangan sampai sekarang demand KPR naik tapi bisa jadi bubble seperti di China karena pasar properti overheat 2-3 tahun kedepan dan menimbulkan kredit macet,” jelas dia.

Lanjut Bhima, dirinya menyarankan agar perbankan tidak sepenuhnya memanfaatkan fasilitas tersebut. Idealnya, LTV perbankan ada di kisaran 85-95 persen atau secara mudahnya DP untuk pembiayaan KPR minimal 5 persen dan maksimal 15 persen yang diberikan kepada nasabah.

Baca Juga :  Ekspor 12 Juta Ban Per Tahun Berbahan Karet Lokal

“Kalau langsung 0 persen nanti resiko kredit macetnya naik. Saran saya soal kebijakan LTV ini juga punya batas waktu. Kalau pertumbuhan kreditnya sudah naik sesuai target bisa di turunkan alias diperketat lagi LTV nya ke 75-85 persen. BI perlu memantau efektivitas pelonggaran LTV secara periodik,” tandasnya.

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar