Benarkah Vitamin D Dapat Menurunkan Risiko Kanker Payudara?

Posted on

JawaPos.com – Kanker payudara menjadi salah satu penyakit paling menakutkan bagi perempuan. Tapi, tak hanya kaum hawa, para pria pun rentan terkena kanker payudara. Jika terkena, pengobatan yang dilakukan pun tergolong mahal. Sehingga, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Dilansir dari Health Site, Senin (25/6), belum diketahui pasti penyebab kanker jenis ini. Namun, para ahli meyakini jika penyebab kanker payudara karena selā€sel payudara berkembang secara abnormal dan membentuk sebuah benjolan. Benjolan ini dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Namun jangan khawatir, saat ini kanker payudara dapat diatasi. Salah satunya dengan bantuan diet kaya vitamin D. Para peneliti di University of California, Amerika menyarankan bahwa konsumsi vitamin D yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan resiko kanker payudara.

Para ilmuwan mengumpulkan data dari dua uji klinis acak yang melibatkan 3.325 peserta gabungan dan penelitian prospektif yang melibatkan 1.713 peserta untuk meneliti hubungan antara risiko kanker payudara wanita. Penelitian dilakukan dengan berbagai konsentrasi serum 25-hidroksivitamin D (25 (OH) D) yang dipilih sebagai penanda karena merupakan bentuk utama vitamin D dalam darah.

Peserta rata-rata adalah wanita berumur 55 hingga 63 tahun. Data dikumpulkan antara tahun 2002 dan 2017. Peserta dinyatakan bebas kanker pada saat pendaftaran dan diteliti selama sekitar empat tahun. Lalu tingkat vitamin D dalam darah juga diukur selama kunjungan studi.

Para peneliti mengidentifikasi tingkat sehat minimum 25 (OH) D dalam plasma darah menjadi 60 nanogram per mililiter, jauh lebih tinggi dari 20 ng/ml yang direkomendasikan pada 2010 oleh National Academy of Medicine.

“Kami menemukan bahwa peserta dengan kadar darah 25 (OH) D yang berada di atas 60 ng/ml memiliki seperlima risiko kanker payudara dibandingkan dengan yang kurang dari 20 ng/ml. Risiko kanker tampaknya menurun dengan kadar vitamin D serum yang lebih besar, ” ucap Cedric F. Garland ketua peneliti.

Penelitian ini terbatas pada kanker payudara tipe pasca menopause saja. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk dapat mencegah kanker payudara pre menopause. Penelitian masih dilakukan pada wanita kulit putih, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan pada kelompok etnis lain.

(fid/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar