Berbelanja Sutra di Jalur Sutra NIngxia

Posted on

Yinchuan – Kain sutra sudah jadi komoditas berharga sejak ratusan tahun silam. Traveler bisa berbelanja kain berharga mahal ini jika napak tilas Jalur Sutra di Ningxia.

Ratusan tahun lalu, Provinsi Ningxia di China termasuk dalam jalur sutra yang sarat akan sejarah. Jalur ini memegang peranan penting dalam hubungan perdagangan antara bangsa China dengan negara-negara lain di dunia.

Meski sekarang sudah zaman modern, tapi komoditas utama di Jalur Sutra masih tetap diperdagangkan sampai sekarang. Bahkan harganya cenderung tidak turun. Apalagi kalau bukan kain sutra.

detikTravel bersama dengan rombongan Halal Tour HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji) mengunjungi Provinsi Ningxia awal Mei lalu. Setelah berkeliling ke beberapa destinasi, tiba saatnya untuk membeli oleh-oleh.

Pusat kerajinan kain sutra di Ningxia (Wahyu/detikTravel)

Pilihan pun jatuh kepada kain sutra yang sejak ratusan tahun lalu sudah diproduksi oleh bangsa China. Oleh pemandu tur, kami diajak mampir ke sebuah Pusat Kerajinan Kain Sutra di tengah Kota Yinchuan, ibu kota Provinsi Ningxia.

Sesampainya di lokasi, kami langsung disambut oleh pemandu tur yang sudah bersiap. Dengan ramah, mereka langsung mempersilakan kami masuk dan mengajak berkeliling.

Baca Juga :  Desa Tersembunyi di Iran yang Berumur Ribuan Tahun
Baju sutra yang dipakai pemimpin dunia di KTT APEC 2014 (Wahyu/detikTravel)Baju sutra yang dipakai pemimpin dunia di KTT APEC 2014 (Wahyu/detikTravel)

Rombongan kami langsung diperlihatkan koleksi baju sutra yang digunakan oleh para Pemimpin Dunia yang menghadiri KTT APEC di Beijing, China tahun 2014 silam. Termasuk Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Jokowi juga mengenakan baju sutra ini.

Itu terlihat dari potret yang terpajang di dinding. Tampak Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berada di barisan depan bersama dengan pemimpin dunia lain seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Barack Obama, Sultan Hassanal Bolkiah, hingga Xi JInping selaku Tuan Rumah.

Potret Jokowi dan Ibu Iriana di KTT APEC 2014 (Wahyu/detikTravel)Potret Jokowi dan Ibu Iriana di KTT APEC 2014 (Wahyu/detikTravel)

Melangkah lebih jauh, traveler akan diajak untuk menengok kain sutra yang sudah diproses menjadi produk berupa seprai, selimut, hingga sarung bantal dan guling. Pemandu pun menjelaskan keistimewaan kain sutra dibandingkan dengan kain katun yang biasa diolah menjadi produk serupa.

“Kelebihan dari kain sutra di sini yaitu ringan, tipis, dan lembut. Udara bisa masuk lewat kain, jadi tidak pengap,” jelas Miss Lin, pemandu kami.

Kain sutra yang sudah diolah jadi satu set seprai (Wahyu/detikTravel)Kain sutra yang sudah diolah jadi satu set seprai (Wahyu/detikTravel)

Set selimut dan seprai sutra ini ada 3 varian. Masing-masing varian, menunjukkan 3 generasi pembuatan yang berbeda. Makin baru generasinya, makin kompleks motifnya, dan makin mahal pula harganya.

Baca Juga :  Guk! Guk! Taman Rekreasi Unik di Jepang Menyewakan Anjing

“Untuk Generasi 1, satu set seprai, selimut dan sarung bantal harganya 1.600 Yuan (setara Rp 2,6 juta). Untuk Generasi 2, harganya 2.300 Yuan (setara Rp 5 jutaan). Terakhir, generasi 3 harganya 2.800 Yuan (setara Rp 6,2 jutaan),” ungkap Miss Lin.

Traveler yang berminat bisa langsung membawa kain mahal ini pulang ke rumah. Apabila menunjukkan paspor, traveler akan mendapatkan diskon ekstra.

Selain dalam bentuk seprai dan teman-temannya, kain sutra ini juga diolah menjadi produk lain seperti baju-baju untuk wanita. Satu set baju sutra ini dibanderol mulai dari 168 Yuan (setara Rp 372 ribuan). (wsw/wsw)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar