Berita Kota Makassar | 3.410 Penumpang Keluar, 2.229 Naik

Posted on

MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Minggu (10/6). Ia secara khusus meninjau arus mudik lebaran dan kesiapan penyelenggaraan angkutan laut lebaran di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Selain itu, Soni juga melihat kesiapan petugas dalam pemberian layanan terpadu kepada masyarakat di posko pelayanan terpadu Operasi Ketupat 2018, dan posko angkutan laut lebaran 2018/1439 Hijriah.
Soni menjelaskan, jika melihat kondisi yang ada, puncak arus mudik di Pelabuhan Soekarno-Hatta sudah dimulai sejak Sabtu (9/6) hingga hari ini, Senin (11/6).
Laporan yang masuk, hingga Minggu (10/6), sekitar 17 ribu penumpang keluar dari Makassar melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta. Sementara penumpang yang masuk sekitar 11 ribu orang.
Khusus data 9 Juni pukul 08.00 Wita hingga 10 Juni pukul 08.00 Wita, dalam sehari jumlah penumpang yang masuk ke Pelabuhan Soekarno-Hatta sebanyak 2.229 orang dan penumpang naik 3.410 orang. Sedangkan penumpang lanjut 841 orang, dan penumpang di atas kapal 4.251 orang. Kemarin, ada dua kapal yang berlabuh di Pelabuhan Soekarno-Hatta yakni Tilong Kabila dan KM Willis.
Soni mengaku terkesan dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Ia menekankan fasilitas yang perlu diperhatikan, terutama keamanan para pemudik keluar-masuk dapat merasa aman dan nyaman.
“Saya kira cukup lengkap fasilitas yang disiapkan. Ada tempat bermain untuk anak. Ada juga fasilitas untuk kaum disabilitas, ” ungkapnya.
Selain itu, Soni juga melihat fasilitas layanan kesehatan, parkir, tempat istirahat atau transit penumpang, hingga tempat orang berjualan makanan.
Soni meminta pihak Pelindo secara ketat mengecek makanan yang dijual. Jangan sampai terdapat makanan kedaluarsa yang dijual kemudian dikomsumsi masyarakat.
Mungkin dari pemerintah Kota Makassar dan BPOM perlu melakukan inspeksi khusus mengenai makanan. Karena sering terjadi, di mal saja biasa ada makanan kedaluarsa. Apalagi di tempat seperti ini.
”Saya kira kewaspadaan menjadi penting. Mungkin dari Pemkot dan BPOM perlu melakukan inspeksi khusus mengenai makanan. Saya kira kewaspadaan menjadi penting,” terangnya.
Khusus untuk posko layanan kesehatan, sejumlah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UMI siap mengecek kondisi kesehatan penumpang.
“Hari ini ada lima orang yang periksa, kemarin 30 orang. Termasuk ibu hamil,” kata Supriadi, salah seorang petugas kesehatan dari Fakultas Kedokteran UMI. (rhm/rus)

Baca Juga :  Pangdam: kuat doktrin teroris di dunia maya

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar