Berita Kota Makassar | An Nadzir Musyawarah Penentuan 1 Syawal

Posted on

GOWA, BKM — Seperti sebelumnya, jamaah An Nadzir di Kabupaten Gowa menetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal berbeda dengan pemerintah. Untuk 1 Ramadan 1439 Hijriah, mereka dua hari lebih awal dalam melaksanakan puasa. Hal yang sama kemungkinan akan berlaku dalam penetapan 1 Syawal 1439 Hijriah.
Dihubungi BKM, Senin siang (11/6), Ustas Lukman Albakti selaku pimpinan jamaah An Nadzir mengaku belum bisa memastikan kapan mereka melaksanakan lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah. Pihaknya baru akan membahasnya secara internal.
“Kami baru mau musyarawah sebentar sekitar jam 7 malam (tadi malam) usai berbuka untuk menentukan 1 Syawal. Yang jelas, musyawarah kami tetap berpedoman pada ketentuan alam berdasarkan pengamatan kami,” kata Ustas Lukman melalui sambungan telepon selular.
Menurut Ustas Lukman, proses penentuan 1 Syawal sudah menjadi ketetapan dalam lingkungan An Nadzir. “Penentuan Ramadan dan Idul Fitri tetap kami berpedoman pada alam. Dari hasil proses alam itulah yang kami musyawarahkan bersama,” ujarnya.
Untuk kegiatan musyawarah ini, tambah Ustas Lukman, pihaknya telah menyampaikan undangan bagi para jamaah An Nadzir. Khususnya kepada tim pemantau bulan akhir untuk hadir dalam musyawarah, bertempat di Masjid Baitul Muqaddis An Nadzir di Lingkungan Butta Eja, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu.
“Ya, rapat musyawarah ini kita rangkai buka puasa bersama. Paling terkhusus harus hadir dalam rapat ini adalah seluruh anggota tim pemantau alam yang telah bekerja memantau kondisi alam. Karena hasil dari pantauan itulah yang akan kami jadikan dasar menentukan 1 Syawal. Kami juga minta kepada para anggota tim agar membawa serta data pengamatan bulan Ramadan,” terangnya. (sar/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar