Berita Kota Makassar | Aquapond Depan Kantor Gubernur Dibangun April 2019

Posted on

MAKASSAR, BKM — Kolam retensi atau aquapond sebagai pengendali banjir di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo tak lama lagi terealisasi. Untuk mewujudkannya, pihak terkait terus melakukan berbagai persiapan.
Pada Kamis (26/7), digelar kick off meeting di Kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel. Pertemuan dipimpin kepala dinasnya Andi Dharmawan Bintang.
Hadir perwakilan dari JICA, Director of Overseas Department PT Yamao Mr Koichi Kambashi sebagai kontraktor asal Jepang yang akan mengerjakan proyek tersebut.
Ada pula perwakilan dari Pemkot Makassar. Dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII. Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Pompengan, serta sejumlah OPD terkait lingkup Pemprov Sulsel.
Ibrahim Jamaluddin, staf ahli JICA Bidang Pengembangan Infrastruktur secara gamblang menjelaskan teknis pembangunan kolam retensi tersebut.
Menurut dia, pembangunan aquapond ini merupakan ujicoba penggunaan teknologi Jepang untuk penanggulangan banjir. Jepang memberikan dana hibah Rp19,4 miliar, yang difasilitasi oleh JICA dan dieksekusi PT Yamao.
Untuk kepentingan pembangunannya, berbagai tahapan dilaksanakan. Di bulan September 2016 hingga Oktober 2017 dilakukan visibility study. Ada sembilan titik di Kota Makassar yang rawan banjir masuk dalam visibility studi, sebelum akhirnya memutuskan depan kantor gubernur menjadi lokasi pembangunan aquapond itu.
Pada Juli hingga Oktober tahun ini, akan dibuatkan detail of desain. Sementara Januari hingga Maret tahun depan, pembuatan beton pra cetak yang dikerjakan oleh WIKA (Wijaya Karya). Selanjutnya, April hingga September 2019, konstruksi kolam retensi tersebut mulai dilaksanakan.
Setelah rampung, pada Desember 2019 hingga Februari 2020 dilakukan evaluasi kapasitas Aquapond. Selanjutnya diserahkan pengelolaannya ke Pemprov Sulsel pada April 2020 mendatang.
Menurut Jamaluddin, aquapond ini rencananya akan ditempatkan dalam kawasan kantor gubernur Sulsel. Tepatnya di pekarangan bagian depan.
Karakteristik aquapond yang dibangun, sebesar 90 persen ruangannya bisa menampung volume air dari air hujan. Karena sifatnya tertanam di tanah, maka areal di atas aquapond itu bisa digunakan untuk sarana perparkiran ataupun taman. Konstruksinya mampu menahan beban hingga 25 ton.
Pada dasarnya, aquapond ini merupakan struktur bangunan berkonstruksi beton dengan ukuran 8x70x2 meter yang mirip bak tertutup untuk menampung air. Dilengkapi dua pompa, yakni pompa yang mengalirkan air dari jalan ke bak tersebut, serta satu unit pompa untuk mengalirkan air dari kolam retensi itu ke saluran drainase yang bermuara ke Sungai Pampang.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel Andi Darmawan Bintang, mengatakan dibutuhkan proses yang panjang sebelum rapat pemaparan yang menandai dimulainya proses pembangunan fasilitas tersebut dilakukan.
“Rapat ini sudah didahului beberapa penandatanganan nota kesepahaman,” kata dia.
Pembangunan aquapond, lanjut mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel ini, bukan hal baru dalam konteks menyelesaikan persoalan banjir.
“10 tahun lalu Jepang pernah mengeksplore bahwa untuk mengatasi banjir bisa menggunakan kolam retensi. Sebelumnya dilakukan Memorandum of Discussion (MoD) antara Jepang dan Indonesia. Dilanjutkan dengan MoU antara Pemprov dan JICA,” jelasnya.
Pihaknya optimistis, pembangunan aquapond ini akan membantu menanggulangi banjir tahunan yang terjadi di depan kantor gubernur Sulsel yang merupakan salah satu jalan protokol di Kota Makassar. (rhm/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Anggota Dewan: Sudah Jadi Rahasia Umum

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar