Berita Kota Makassar | Baru Enam Bulan Jadi Kades, Terciduk Nyabu

Posted on

JENEPONTO, BKM — Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang kini dialami Hamzah (50).
Usai tertangkap dalam kasus penyalahgunaan narkoba, ia pun diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bontonompo. Hamzah terciduk bersama empat lainnya di Kampung Ulugalung, Kelurahan Togo-togo, Kecamatan Batang, Jeneponto. Masing-masing Musliadi (38), Angga (27), Ishak Mile (40) dan Ilham Ardiansyah (25).
Anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Jeneponto yang mengamankan mereka pada hari Selasa (22/5). Polisi baru merilis kasus ini karena masih menunggu keluarnya hasil labfor kelimanya. Dari pemeriksaan labfor, mereka dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Hal itu disampaikan Kasatres Narkoba Polres Jeneponto AKP Hambali didampingi Kasubag Humas AKP Syahrul dalam keterangan persnya, Senin (28/5).
”Dalam kasus ini, ada tiga orang yang ditingkatkan kasusnya ke proses penyidikan. Yakni Hamzah, Musliadi alias Adi dan Angga. Ketiganya sudah ditahan untuk menjalani proses guna mempertanggungawabkan perbuatannya. Sementara dua lainnya, yakni Ishak Mile dan Ilham Ardiansyah dibawa ke BNN untuk menjalani rehab. Karen mereka ini adalah pengguna,” terang AKP Hambali.
Dari hasil gelar perkara, diketahui bhaa menguasai satu saset sabu. Barang bukti itu ia pesan dari Musliadi melalui telepon. Sementara Musliadi mengambilnya dari Angga. Angga sendiri dipasok sabu dari seorang bandar dari Makassar. ”Bandar inilah yang sementara kita buru,” ujar Hambali.
Selain mengamankan barang bukti satu saset pesanan sang kades, polisi juga menyita tiga saset sabu yang ditemukan di bawah tikar dalam rumah Musliadi. Di tempat inilah kelimanya ditangkap.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD Jeneponto Syahrul Kalepu, mengatakan pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari Polres Jeneponto terkait tertangkapnya Kades Bontonompo Hamzah. Bupati telah menandatangani SK untuk penunjukan pelaksana tugas.
”Ini sangat disayangkan. Karena kades baru enam bulan menjabat. Sementara menurut ketentuan, pilkades baru akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang setelah pilpres,” jelas Syahrul. (krk/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | 24 Legislator Tanda Tangan Usulan Hak Angket CoI

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar