Berita Kota Makassar | Bisnis Buku Jagai Anakta Kuras Dana BOS

Posted on

MAKASSAR, BKM — Praktik jual beli buku Jagai Anakta pada sekolah-sekolah yang ada di Makassar terus berlangsung. Bahkan kian masif dilakukan dengan melibatkan pihak K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) masing-masing kecamatan.
Di Kecamatan Manggala misalnya. Ketua K3S Kurniansyah mengakui adanya peredaran buku tersebut. Ia menyebut, buku dijual kepada kepala Sekolah Dasar (SD) seharga Rp100 ribu per eksemplar. Pembayarannya bakal menguras dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena pembebanannya di sana.
”Iya, memang ada. Tapi saya hanya memfasilitasi penyalurannya. Apalagi Jagai Anakta ini kan salah satu program wali kota. Untuk pembayarannya dari dana BOS,” kata Kurniansyah yang dikonfirmasi, Minggu (20/5).
Ada alasan Kurniansyah untuk berpartisipasi dalam menyalurkan buku ini. Yakni, rekomendasi dari Tim Verifikasi Buku Disdik Kota Makassar.
Rekomendasi tersebut bernomor:0011/TVB/V/2018 tertanggal 4 Mei 2018. Yang bertanda tangan adalah Dr Thamrin Paelori,MPd.
Disebutkan dalam rekomendasi, bahwa buku ini dikarang oleh Syarifuddin. Penerbitnya Nusantara Karya Persada.
Setelah dibaca dan ditelaah oleh tim verifikasi, buku tersebut dinyatakan tidak bertentangan dengan ideologi, moral, gender. Tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan), terorisme, pornografi, kekerasan/sadism, dan radikalisme.
Karena itu, buku Jagai Anakta layak digunakan pada satuan pendidikan sesuai jenis buku dan tingkatannya dalam lingkup Disdik Makassar. Namun diingatkan bahwa rekomendasi ini tidak berfungsi mengarahkan atau mewajibkan satuan pendidikan untuk membeli atau menggunakan buku tersebut.
”Bukunya saya sebarkan untuk kepala sekolah yang ada di Kecamatan Manggala. Rekanan yang antar. Waktu rapat K3S, rekanan hadir dan saya suruh bahwa bukunya. Saya sampaikan kepada kepala sekolah, silakan ambil,” terang Kurniansyah.
Jatah setiap sekolah, lanjut Kurniansyah, bervariasi. Minimal satu kepala sekolah mengambil 10 buku.
”Yang kecil sekolahnya ambil 10 buku. Yang besar 30 buku. SDN Parinring dan SDN Kassi hanya 10 buku, karena sekolahnya kecil,” katanya sambil memberi contoh.
Setiap buku harganya sama, yakni Rp100 ribu. Tidak ada perbedaan antara sekolah yang satu dengan lainnya. Sedikitnya ada 500 eksemplar yang telah dibagikan saat berlangsung rapat K3S Kecamatan Manggala.
”Hampir seluruhnya sudah keluar. Kalau nanti ada yang tersisa, saya kembalikan melalui rekanan,” terangnya.
Pengarang buku yang juga Kepala Seksi Pembelajaran Sekolah Dasar Disdik Makassar Dr Syarifuddin telah berusaha dikonfirmasi perihal praktik jual beli buku ini. Hanya saja, dia enggan menanggapinya.
Buku ini memiliki 313 halaman. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menuliskan kata pengantar. Terdapat enam bab di dalamnya. Gambar pendukungnya dicetak berwarna.
Dihubungi terpisah, Ketua Ombudsman RI Sulsel Subhan Djoer berjanji akan meminta untuk menghentikan penjualan buku Jagai Anakta. ”Dari awal saya menduga pelakunya pasti dr S lagi, seperti yang selama ini terjadi. Terus telaahnya seperti apa. Jangan-jangan pembuat dan penelaah sama saja orangnya,” tandas Subhan, kemarin.
Diapun meminta Kadis Pendidikan Kota Makassar untuk bersikap. Jangan terkesan lepas tangan.
”Kalau seperti ini situasinya, tidak akan ada perubahan di Disdik Makassar. Siapapun yang memimpin, akhirnya tunduk pada kebiasaan yang rusak di dalam. Meskipun sebelumnya dia mengatakan bahwa ada sistem yang rusak dan berjanji memperbaiki. Namun ketika di dalam, tidak berdaya juga,” cetusnya. (jun/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar