Berita Kota Makassar | Buku Jagai Anakta Dijual Rp100 Ribu di Sekolah

Posted on

MAKASSAR, BKM — Praktik penjualan buku kembali marak di lingkungan sekolah. Salah satunya yang lagi ramai dibicarakan saat ini buku berjudul Jagai Anakta.
Satu buku dijual dengan harga Rp100 ribu. Sistemnya, buku dititip ke kepala sekolah (kepsek) sebanyak 30, untuk selanjutnya dijual.
Kepala Ombudsman RI Sulawesi Selatan Subhan Djoer, sangat menyayangkan bila memang benar hal itu terjadi. ”Wah… siapa lagi oknum yang titip, ya?” cetusnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/5).
Dengan kondisi saat ini, menurut Subhan, berbagai macam cara ditempuh oleh oknum tertentu untuk mendapatkan uang. Karenanya, ia meminta kepada kepsek agar berani menolak penjualan buku tersebut.
”Nanti kita telusuri siapa lagi oknumnya. Sebaiknya orang tua jangan mau beli. Atau segera laporkan ke Ombudsman agar bisa ditindaklanjuti,” imbaunya.
Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar Muhtar Tahir, tidak menampik adanya penjualan buku Jagai Anakta. Bahkan sudah ramai beredar di sekolah-sekolah.
Namun, pejabat yang biasa disapa Utta ini, berdalih bahwa buku tersebut bukan berasal dari Disdik Makassar. Melainkan dijual dan diedarkan langsung oleh penerbitnya.
”Disdik tidak pernah memberikan tekanan ke pihak sekolah untuk membeli buku Jagai Anakta yang diedarkan dan dijual penerbit. Jadi kalau ada kepala sekolah yang mau beli, berarti itu kemauan kepala sekolah. Yang tidak mau beli, juga tidak apa-apa. Saya tidak mau intervensi sekolah. Termasuk tidak mau menerbitkan rekomendasi. Kalaupun ada, paling rekomendasi untuk komunikasi langsung ke kepala sekolah,” jelas Utta, kemarin.
Muhtar Tahir mengaku pernah menerima tawaran dan permintaan dari penerbit buku untuk menerbitkan rekomendasi ke sekolah dalam penjualan buku Jagai Anakta. Namun, waktu itu Utta hanya meminta penerbit buku langsung datang ke kepala sekolah.
“Tergantung pada kepala sekolahnya. Jangan sampai menjadi beban. Kalau tidak mau, jangan diambil. Tetapi kalau saya lihat judul bukunya, itu program pemerintah kota yang menjadi referensi kepala sekolah. Dibeli atau tidak, itu tergantung,” terangnya.

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Gadis Remaja Terciduk Curi Gawai

Peruntukan Dipertanyakan

Anggota DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid, mengaku belum mengetahui adanya penjualan buku Jagai Anakta di sekolah dengan perantara kepsek. Ia juga mempertanyakan peruntukkan buku yang diperjualbelikan di sekolah tersebut, baik tingkat SD maupun SMP. Apalagi sampai dipatok dengan harga Rp100 ribu per buku.
“Masa’ dijual? Saya kira itu dibagikan gratis. Saya baru tahu itu, dek. Nanti kita koordinasikan dulu ke Disdik, kenapa ada lagi yang seperti itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/5).
Jika memang sudah ada di sekolah, legislator Fraksi PAN ini meminta kepsek untuk tidak memperjualbelikan buku tersebut ke siswa, sampai ada laporan yang jelas ke dewan. Ia tidak ingin ada praktik permainan di balik kedok penjualan buku.
“Tidak boleh itu. Apalagi tidak ada penyampaian ke kita. Kepsek tidak boleh menjualnya. Sepertinya ada motif penjualan buku itu. Karena diberikan 30 buku per kepsek. Jangan main-main dengan persoalan ini,” tegasnya.
Legislator Fraksi Nasdem Supratman, meminta klarifikasi Dinas pendidikan terkait penjualan buku tersebut. Sebab selama ini praktik tersebut sudah dilarang di sekolah.
“Untuk apa menjual buku seperti itu ke siswa. Apalagi harganya Rp100 ribu. Luar biasa,” cetusnya. (jun-arf-ita/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Tidak Boleh Seenaknya Beli Buku Pakai Dana BOS

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar