Berita Kota Makassar | Camat Dilengserkan, Sekcam Naik Kelas

Posted on

MAKASSAR, BKM — Janji Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk mengevaluasi pejabat di jajarannya, bukan isapan jempol belaka. Rencananya pagi ini, Rabu (6/6), ia akan melengserkan camat yang dinilai bermasalah.
Rapat akhir evaluasi kinerja pejabat pemkot dilaksanakan Danny –sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto– di Ruang Rapat Sekretaris Kota (Sekkot) Balai Kota, Selasa (5/6). Pertemuan tertutup dihadiri sebagian pejabat eselon II. Di antaranya Penjabat Sekkot Makassar Muh Yasir, Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Baso Amiruddin, dan Kepala Bappeda Andi Hadijah Iriani.
“Rapat khusus ini membicarakan tentang evaluasi kinerja pejabat, khususnya camat. Kalau ditinjau dalam indikasi kasus korupsi, semua camat terindikasi. Tetapi putusan ini harus dengan proses yang berlangsung,” terang Danny usai rapat.
Selain menonaktifkan camat-camat bermasalah dengan hukum atas kasus dugaan korupsi, orang nomor satu di Pemkot itu akan nonaktifkan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang terbukti melakukan politik praktis. Kemudian melanjutkan dengan memberikan sanksi terhadap kepala dinas yang terindikasi bermasalah.
“Kalau ASN tidak netral itu juga ada, tapi sebagian saja dengan berbagai tingkatan jabatan. Karena ada memang yang memperlihatkan dirinya secara terang-terangan. Jadi prinsipnya kita segera melakukan penyegaran di seluruh kecamatan yang terindikasi netral dan tidak netral. Termasuk indikasi dengan kasus dugaan korupsinya. Saya akan pisahkan,” tegasnya.
Untuk pejabat eselon II, Danny mengaku saat ini masih mempersiapkan prosedur khusus. Sehingga penyegaran tahap awal yang dilakukan satu dua hari ini, khususnya di tingkat camat berdasarkan hak prerogatif dirinya sebagai wali kota.
Jika pimpinan kecamatan diganti, sekretaris kecamatan (sekcam) disebutkan Danny akan naik kelas. Mereka menggantikan posisi yang ditinggalkan camat.
“Besok (hari ini) pagi-pagi jam 6 ada pelantikan. Nanti kita umumkan. Kalau camat dinonaktifkan, kita tarik yang dari bawah. Bisa sekcam, karena paling dekat. Kalaupun ada sekcam yang tidak mau, kita terpaksa ganti. Ini tidak ada pelantikan, karena plt tidak perluji ada pelantikan,” tutup Danny.
Di bagian lain penjelasannya, Danny yang baru dua hari kembali ke kursi wali kota usai cuti, mengisyaratkan untuk tidak lagi menerapkan rangkap jabatan bagi seorang pejabat. Khusunya pada level eselon II. Saat ini ada dua orang pejabat pemkot yang menduduki posisi tersebut.
Muhtar Tahir yang menjabat Kepala Dinas Sosial (Kadisos) juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Sementara Muh Yasir yang Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag), merangkap sebagai Plt Sekkot.
”Kita tidak mau soerang pejabat memegang dua jabatan sekaligus. Besok (hari ini) saya putuskan juga kalau tidak perlu ada pejabat yang rangkap jabatan. Saya kira banyak orang bisa ditempatkan di posisi jabatan lowong. Kenapa mesti merangkap,” tandas Danny.
Ia memastikan, penyegaran pejabat eselon II dilakukan usai lebaran Idul Fitri, setelah penyegaran besar-besaran terhadap camat dilakukan.
“Inilah yang harus segera saya benahi. Otomatis ada yang naik, atau penggantinya kita ambil dari orang bawah. Jadi tidak ada politik-politik di sini,” tegasnya. (arf/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar