Berita Kota Makassar | ”Caranya Membunuh Suamiku Sadis Sekali”

Posted on

MAKASSAR, BKM — Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan sanksi pidana penjara terhadap terdakwa Bohari Dg Jalling (54) dengan pidana penjara selama 15 tahun. Ia dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terhadap Ahmad Madi (57) pada 7 Februari 2017 lalu di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong IV Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakukang.
Ketua Majelis Hakim Aris Gunawan secara tegas menyatakan, terdakwa telah terbukti secara dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menjerat terdakwa dengan pasal yang sama.
“Memutuskan terdakwa hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Bohari Dg Jalling karena terbukti bersalah,” tegas Aris Gunawan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (25/7).
Usai putusan dibacakan, keluarga korban langsung bereaksi. Mereka mengecam dan tidak menerima keputusan yang dibacakan oleh majelis hakim.
Rosmiati (56) istri korban bahkan menangis. Menurutnya, hukuman Bohari sangat ringan jika melihat fakta bagaimana terdakwa memperlakukan suaminya.
“Saya tidak terima. Seharusnya hukumannya lebih tinggi lagi. Caranya bunuh suamiku sadis sekali,” kata Rosmiati sambil meneteskan air mata.
Rosmiati mengatakan, sebelum menemukan jasad suaminya, Bohari memang selalu mengancamnya ingin membunuh anak dan suaminya.
Karenanya, ia menduga bahwa Bohari membunuh Ahmad Madi dengan merencanakannya secara matang.
“Apalagi suami saya ditemukan di rawa-rawa. Tega sekali dia letakkan di situ,” ketusnya.
Hal yang lebih menyakitkan bagi keluarga Rosmiati ialah putusan yang dibacakan majelis hakim tidak dilihatnya secara langsung.
Ia terlambat, karena JPU tidak memberi tahunya jadwal pasti pembacaan putusan kepada terdakwa.
Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Amiruddin, mengatakan hukuman yang dijatuhkan oleh majelis hakim justru lebih tinggi.
Ia menyayangkan hakim menerima tuntutan JPU yang menuntut 15 tahun penjara.
“Terdakwa masih pikir-pikir untuk ajukan banding,” kata Amiruddin.
Kasus pembunuhan Ahmad Madi sebelumnya sempat terkatung-katung. Pasalnya, Polsek Panakkukang yang memiliki otoritas untuk mengusut pelakunya ini kesulitan menangkap terdakwa.
Hingga pada Minggu pagi (28/1) lalu, anggota Resmob Polda Sulsel mencokok Bohari di Desa Bonto Lojong, Kabupaten Bantaeng. (mat/rus)

Baca Juga :  Nuansa Heroik Warnai Prosesi Obor Asian Games 2018 di KRI Dewaruci

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar