Berita Kota Makassar | Danny Prioritas Mutasi Camat, Kadis Menyusul

Posted on

MAKASSAR, BKM — Moh Ramdhan Pomanto kembali ke kursi wali kota Makassar usai cuti. Rencananya, Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono akan menyerahkan SK untuk Danny hari ini, Senin (4/6).
Penjabat Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina mengiyakan rencana tersebut. Penyerahan SK dari Soni ke Danny dilakukan pagi ini sekitar pukul 08.00 Wita.
Kepala Bagian Protokol Pemprov Sulsel Amson Padolo, membenarkan adanya agenda itu. Menurut Amson, penyerahan SK akan dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel.
“Iya. Ada dalam agenda penyerahan SK Pak Danny Pomanto sebagai wali kota Makassar. Rencananya akan dilaksanakan di Ruang Rapim,” ujar Amson, kemarin.
Lalu apa yang dilakukan Danny usai menerima SK pengaktifannya kembali selaku wali kota Makassar? Ternyata ia tidak angsung kembali ke balai kota guna melaksanakan tugas. Melainkan menghadiri panggilan polda guna dilakukan pemeriksaan.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel mengagendakan pemeriksaan Danny Pomanto. Ia akan dimintai keterangannya selaku saksi dugaan korupsi fee proyek sebesar 30 persen yang kini tengah bergulir dan berproses di Polda Sulsel.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan rencana pemeriksaan tersebut. ”Iya, Pak Danny Pomanto kembali akan diperiksa oleh penyidik Tipikor Polda Sulsel. Rencananya, yang bersangkutan diperiksa hari Senin (4/6) besok (hari ini),” kata Dicky, Minggu (3/5).
Ditemui di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, sore kemarin, Danny tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja pejabat pemkot ketika dirinya cuti. Karenanya, dia berjanji akan melakukan perombakan struktur pejabat dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ketika kembali aktif.
Adapun pejabat OPD yang jadi prioritas dan sasaran pergeseran adalah camat. Disusul kemudian kepala dinas. Mutasi akan dilakukan usai Idul Fitri, atau sekitar awal Juli mendatang.
“Pejabat-pejabat bermasalah saya berikan kesempatan untuk mengurus dan menyelesaikan masalahnya. Utamanya camat-camat yang banyak tersandung masalah. Hampir semua camat yang bermasalah,” cetus Danny.
Danny melanjutkan, para camat akan kembali ditarik menempati posisi jabatannya bila kepolisian menyatakan camat yang diperiksa itu bersih, atau tidak terlibat dalam kasus-kasus hukum. Begitupun bagi kepala dinas yang bersoal.
Apa yang dilakukan Danny dengan menggeser camat-camat bermasalah itu, dimaksudkan agar mereka bisa lebih fokus menjalani pemeriksaan di kepolisian.
“Dua hari setelah aktif kembali, perombakan pasti saya lakukan. Utamanya terhadap camat-camat yang bermasalah. Saya sudah dapat laporan secara lisan di pusat. Untuk perusda dan kepala dinas bisa dilakukan usai lebaran. Daftarnya sudah adami,” terang Danny.
Penjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar Muh Yasir menyebut, masa cuti Danny segera berakhir. ”Pak Gubernur sebut Pak Danny kembali aktif menjadi wali kota Senin, 4 Juni 2018 besok (hari ini). Jadi artinya, tinggal satu hari lagi Pak Danny diaktifkan kembali jadi wali kota,” ujar Yasir, Minggu (3/6).
Terkait perombakan struktur pejabat di lingkup Pemkot Makassar, Yasir mengatakan itu sah-sah saja dilakukan oleh Danny ketika kembali aktif menjadi wali kota. Yasir menilai itu hak prerogatif yang melekat pada seorang wali kota.
“Perombakan atau mutasi itu bisa saja dilakukan, karena Pak Danny ketika menjabat jadi wali kota memiliki hak prerogatif. Jadi tidak masalah,” kata Yasir.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, tidak ingin memberikan komentar terkait wacana perombakan struktur pejabat lingkup pemkot yang akan dilakukan Danny usai cuti. Begitu juga ketika disinggung apakah pergeseran akan mempengaruhi pelayanan publik dan kinerja pejabat.
”Tanya langsung Pak Danny soal itu. Karena pasti punya pertimbangan sendiri. Itu yang butuh penilaian,” ujarnya singkat.
Anggota DPRD Makassar punya harapan terhadap kembalinya Danny memimpin kota ini. Mereka meminta untuk menuntaskan program kerja dan memperbaiki pelayanan publik.
Anggota Komisi A Haslinda Wahab, berharap gagalnya Danny maju pada kontestasi pilwali Makassar tidak mempengaruhi program kerjanya hingga tahun 2019.
”Saya kira apa yang terjadi di pilwali kemarin tidak mempengaruhi semangat Pak Danny untuk menuntaskan seluruh program kerja hingga setahun ke depan. Kalaupun Pak Danny ingin bersih-bersih, terserah. Karena itu wewenangnya selaku pemimpin Makassar saat ini,” tandasnya, Minggu (3/6).
Legislator Fraksi PKS ini, menyatakan dengan kembalinya Danny Pomanto ke kursi wali kota, pelayanan publik yang bermasalah saat ditinggalkannya mengikuti pilwali, dapat segera diperbaiki. Sebab disadari, masalah kebersihan, proyek dan pelayanan di tingkat camat dan lurah mulai kendur saat ini.
“Saya pikir Pak Danny ini sudah punya program yang harus diselesaikan. Adapun istilah bersih-bersih, apapun namanya, dia punya wewenang untuk itu. Saya cuma minta, sebelum habis masa jabatannya bersama Deng Ical, kita harap mereka mampu menuntaskan programnya,” imbuh Haslinda.
Anggota Komisi A DPRD Makassar Jufri Pabe, ingin sinergitas baik antara eksekutif dan legislatif tidak pernah terhenti hanya karena persoalan pilwali. ”Kita berharap apa yang terjadi di pilwali tidak membuat pelayanan dan kerja sama eksekutif dan legislatif menjadi mati suri. Dengan kembalinya Pak Danny, dia bisa konsen menyelesaikan janji politiknya ke masyarakat,” jelasnya.
Terlebih lagi ada beberapa program yang sempat tidak berjalan ketika Danny cuti. Ia berharap semuanya bisa disegerakan tanpa ada putus komunikasi dengan dewan selaku pengawasan. (rhm-ita-arf/rus)

Baca Juga :  Wali Kota Makassar jamin insentif guru TPA dibayarkan

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar