Berita Kota Makassar | Diguyur Rp703 M, Partisipasi Pemilih tak Capai Target

Posted on

MAKASSAR, BKM — Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 telah usai. Di Sulsel, selain pemilihan gubernur (pilgub) juga ada pemilihan bupati/wali kota di 12 kabupaten/kota digelar serentak, Rabu (27/6).
Hasilnya, beberapa lembaga survei telah mengumumkan lewat perhitungan cepat (quick count). Termasuk rekap suara versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menggunakan formulir CI hasil perhitungan di setiap TPS.
Berdasarkan data yang diterima desk pilkada Pemprov Sulsel dari rilis KPU Sulsel sampai 28 Juni, jumlah suara sementara yang masuk sekitar 2.749.921. Adapun tingkat partisipasi pemilih sekitar 71,41 persen dari total 6.051.640 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Angka ini masih jauh dari target penyelenggara KPU bersama Pemprov Sulsel, yakni 77 persen. Padahal berbagai upaya telah dilakukan penyelenggara. Termasuk bantuan sosialisasi dari Pemprov Sulsel.
Dari segi anggaran, Pemprov Sulsel mengucurkan dana sebesar Rp703 miliar untuk pelaksanaan pilgub 2018. Anggaran ini terbagi untuk KPU Sulsel Rp434 miliar, Bawaslu Sulsel Rp141 miliar dan pengamanan Rp128 miliar.
Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, mengakui jika angka partisipasi pemilih di Sulsel tak mencapai target. Penyebabnya ada beberapa hal. Termasuk masalah DPT.
“Ada DPT yang dobel. Ada C6 yang dibagi tapi tidak datang. Termasuk sudah pindah. Lebih banyak soal akurasi data. Mungkin juga kondisi politik yang dinamis menjadi dugaan semua pihak membuat orang apatis,” katanya di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (28/6).
Kendati demikian, ada beberapa daerah yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi. Di antaranya Pinrang 84 persen, Sidrap 82 persen, Wajo 81 persen, dan Parepare 80 persen.
Sementara daerah dengan partisipasi paling rendah adalah Bulukumba 60,9 persen. Makassar 61,6 persen. Toraja Utara 63,4 persen, dan Luwu Timur 65,8 persen.
Meski demikian, Sumarsono menilai masyarakat sangat antusias dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini. Ini berdasarkan pemantauan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama dan setelah pemungutan.
Soni Sumarsono juga memberikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu yang telah bekerja keras siang dan malam, sehingga pilkada serentak berlangsung amai, damai dan sukses. Berbagai masalah substansial dan teknis telah diatasi dengan sangat baik.
“Apresiasi yang sama ditujukan kepada aparat kepolisian, TNI serta pihak-pihak terkait. Termasuk desk pilkada, Satpol PP dan lain-lain yang ikut terlibat,” tandasnya.
Dirinya juga mengajak semua pihak untuk menahan diri. Terutama pasangan calon yang menang versi quick count agar tak melakukan euforia berlebihan.
“Mari kita tunggu dengan kesabaran tinggi semua hasil keputusan KPU. Apapun hasil akhirnya nanti, semua pihak harus menerima dengan hati yang ikhlas,” jelasnya.
Untuk menjaga ketenteraman, ketertiban dan keamanan daerah di Sulsel pascapilkada serentak 2018, Pemprov Sulsel mengajak semua pihak senantiasa waspada dan menjaga lingkungan masing-masing.
“Kepada semua warga Sulsel apapun profesinya, agar kita kembali fokus pada pekerjaan dan aktifitas masing-masing. Mari kita kembali ke suasana kekeluargaan dan persaudaraan. Kita lupakan berbagai perbedaan selama masa kampanye,” pungkasnya. (rhm/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar