Berita Kota Makassar | Distambeng ESDM Telusuri Areal Tambang Bulu Allakuang

Posted on

SIDRAP, BKM — Dinas Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (Distambeng ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan menurunkan timnya ke Kabupaten Sidrap, Kamis sore (12/7). Dua orang mendatangi langsung lokasi penambangan di Bulu Allakuang, Kecamatan Maritengngae.
Benyamin Salbin dari Bidang Inspektur Tambang Bidang Pengawasan Kementerian ESDM yang diperbantukan di Distambeng ESDM Sulsel datang ke Sidrap didampingi stafnya Asmedi. Menurut Benyamin, pihaknya turun ke lokasi untuk mengambil titik koordinat dan survei lapangan.
Dikatakan, pihaknya sengaja turun mengecek kondisi pegunungan Allakuang yang kian terkikis akibat penambangan secara tidak terkendali.
“Inilah kita turun ke lokasi untuk mengambil titik koordinat serta mengecek kondisi penambangan,” ungkap Benyamin Salbin.
Dikatakannya, penambangan di Allakuang ini akan diawasi ketat. Sebab penambangan di lokasi itu, pihak pengelola memiliki izin.
“Pak H Faisal memiliki izin untuk menambang. Makanya, kita turun cocokkan berkas izinnya,” terangnya.
Diakui pula, dalam izin tambang yang dikelola CV Wander Allakuang milik H Faisal Padu itu, disebutkan lokasi penguasaan tambang mencapai 5 hektare.
“Ada poin disebutkan luas izin mencapai 5 hektare. Nah, inilah yang kita ambil titik koordinatnya, apakah eksploitasi tambang tidak meluas dari titik yang tertera di izin,” jelasnya.
Sementara terbitnya izin dari provinsi itu, aku Benyamin, berdasarkan surat rekomendasi dari pertambangan Kabupaten Sidrap. “Surat rekomendasi ini didasari surat rekomendasi Pemkab Sidrap seperti amdal, izin lingkungan dan usulan penertiban surat tambang galian C,” bebernya.
Hasil sidak yang dilakukan ESDM provinsi ini, lanjut dia, akan ditindaklanjuti sesuai pengambilan titik koordinat lokasi. “Kalau memang melebihi batas izin, kita hentikan aktifitasnya,” tandasnya.
Saat ini, kawasan Bukit Allakuang yang menjadi cagar budaya, kondisinya sangat memprihatinkan. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, ratusan ribu ton bebatuan sudah habis tergerus akibat tidak terkendalinya praktik penambangan. (ady/rus/c)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar