Berita Kota Makassar | Diteriaki Palukka Usai Tarawih, Tewas Diamuk Massa

Posted on

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 22.20 Wita, Minggu malam (20/5). Umat muslim di Jalan Babul Jannah, Lorong 79, Jalan Urip Sumoharjo, baru saja usai menunaikan salat tarawih di masjid.
Tiba-tiba suara gaduh terdengar dari Asrama Putri (Aspuri) Maluku Utara. Seorang pria yang diduga maling tampak dikejar warga. Begitu didapat, diapun langsung jadi bulan-bulanan massa yang tersulut emosinya. Nahas, lelaki itu meregang nyawa di tangan warga yang main hakim sendiri.
Petugas dari Polsek Makassar tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama berselang. Kanit Reskrim Iptu Harianto memimpin anggotanya. Ada pula Binmas Kelurahan Maccini Aipda Abdul Muin, serta Kepala SPKT Aiptu Andi Paharuddin.
Menyusul kemudian tim identifikasi Polrestabes Makassar. Mereka lalu melakukan olah TKP. Juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta memasang garis polisi.
Terlihat pria yang jadi sasaran amuk massa duduk bersandar di sebuah pagar tembok berwarna oranye. Ia mengenakan baju kaos warna putih dan hitam, serta celana jeans warna biru. Tak jauh darinya tergeletak sebuah helem berwarna putih.
Kondisinya cukup mengenaskan. Pakaiannya berlumuran darah. Tubuhnya terdapat luka sayatan pada lengan kanan. Selanjutnya petugas kepolisian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Dari hasil identifikasi di TKP, pria terduga maling itu diketahui bernama Arman Maulana (25). Beralamat di Jalan Gunung Bawakaraeng Lorong 75.
Belum diketahui secara pasti penyebab pengeroyokan yang dilakukan warga. Namun, dua orang saksi yang juga penghuni asrama memberi penjelasannya kepada polisi. Mahasiswi asal Maluku Utara itu adalah Sutami A Hamid (20) dan Nofiani Amir (19).
Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Harianto Rahman di TKP, menjelaskan pengakuan kedua saksi. Bermula ketika Arman Maulana berada di dalam Aspuri Malut.
Selanjutnya, ia diketahui hendak masuk ke kamar yang dihuni seorang mahasiswi bernama Padillah. Tak berhasil membobolnya, pelaku kemudian naik ke lantai dua.
”Saat itu saksi melihatnya sedang naik ke lantai dua. Saksi kemudian menghubungi rekannya yang ada di asrama sebelah melalui HP. Dia sampaikan ada orang mau masuk asrama,” jelas Harianto Rahman, Senin (21/5).
Tidak lama kemudian, warga sekitar beramai-ramai datang ke Aspuri Malut. Termasuk penghuni asrama yang ada di sebelah aspuri. Mereka berteriak-teriak; ”Palukka…palukka…”
Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Nahas, Arman Maulana terjebak dalam kepungan massa. Mereka yang telah tersulut amarahnya langsung beraksi. Silih berganti bogem mentah hinggap di tubuhnya. Meski berkali-kali Arman meminta ampun, namun massa bergeming. Mereka tetap melakukan penghakiman hingga akhirnya Arman menjemput ajal.
Saat polisi melakukan olah TKP, di tangan terduga pelaku pencurian ditemukan luka tebas pada tangan kanan. Mayatnya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris menambahkan, pelaku sudah masuk dalam Aspuri Maluku Utara. Saat itu belum ada yang diambilnya.
”Jadi masih percobaan pencurian. Tiba-tiba muncul massa yang meneriakinya pencuri. Pelaku keluar dari lokasi asrama. Saat melarikan diri, dia dikejar warga hingga akhirnya dihakimi dan meninggal di TKP,” terang La Ode Idris, kemarin. (ish-jul/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | ''Terima Kasih Bantuanta, Ini Anugerah Ramadan''

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar