Berita Kota Makassar | DPO Curas Ditembak Usai Beraksi di Sembilan Titik

Posted on

MAKASSAR, BKM — Minggu dini hari (10/6), beberapa pria bertubuh kekar terlihat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Mereka membawa seorang pria dengan kaki kanan terluka bekas terkena tembakan.
Lelaki yang mengenakan baju kaus merah tersebut turun dari mobil dengan berjalan pincang. Tak henti-hentinya ia meringis kesakitan.
Belakangan diketahui, pria bertubuh ceking tersebut merupakan buronan dalam kasus tindak pidana pencurian disertai kekerasan (curas). Namanya Andi Rahmat Fadli alias Somal (24), warga Jalan Mandai Arung Teko.
Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar menghadiahinya sebutir timah panas di betis. Penangkapan Somal dipimpin Kanit Jatanras AKP Ivan Wahyudi didampingi Kasubnit Jatanras Ipda Ahmad Syah Jamal.
Langkah tegas ditempuh polisi saat tersangka digiring dalam pengembangan kasus. Kala itu, ia nekat mendorong salah seorang anggota Jatanras yang mengawalnya. Terlepas dari kawalan petugas, ia kemudian memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri.
Sebelumnya, tersangka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus curas. Dalam LP/457/IV/2018, Somal disebutkan telah mencuri empat buah cincin emas dan dua kalung emas korban yang berdomisili di wilayah hukum Polsek Biringkanaya.
Selain itu, tersangka juga merupakan buron Polsek Tallo dalam tindak pidana pencurian motor. Laporan korbannya bernomor:
LP/243/IV/2018/Restabes Makassar/Sek Tallo pada tanggal 2 April 2018.
Tim Jatanras kemudian menindaklanjuti laporan di dua polsek tersebut. Dari hasil penyelidikan, diketahui tersangka tengah berada di parkiran motor Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (8/6).
Tak butuh waktu lama, tim Jatanras langsung bergerak ke lokasi. Namun, penangkapan terhadap Somal tidak berjalan mulus. Tersangka bersama petugas kepolisian terlibat kejar-kejaran. Hingga akhirnya Somal berhasil diringkus.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti hasil kejahatannya. Yakni satu unit motor Yamaha X-Ride warna merah putih. Satu unit motor Yamaha Mio Soul GT warna hijau yang telah diubah menjadi warna putih.
Di depan polisi yang memeriksanya, tersangka mengakui perbuatannya. Ia kerap melancarkan aksinya seorang diri pada beberapa titik di Makassar. Bahkan Somal menyebut dirinya sudah sembilan kali melakukan aksi.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan Somal terpaksa diberi tindakan tegas karena mencoba melawan petugas. Tembakan peringatan yang diberikan petugas tak dihiraukannya.
”Ada sembilan titik aksi curas dan curat yang dilakukan tersangka. Itu berdasarkan pengakuannya. Satu orang rekannya sudah terlebih dahulu diamankan. Juga diberi tindakan tegas. Masih ada komplotan lainnya dalam pengejaran,” kata Kombes Irwan.
Dalam catatan kepolisian, terangka pernah melakukan curanmor di Jalan Asrama Haji Sudiang Lorong 1 pada bulan Mei 2018. Dia mengambil motor Yamaha Mio J warna hitam dengan menggunakan kunci letter T.
Di Jalan Arung Teko bulan Mei 2018, mencuri motor Yamaha Mio Sporty warna ungu. Selanjutnya curanmir di Jalan Datuk Ribandang pada bulan April 2018. Di lokasi ini tersangka menggasak motor Yamaha Mio Soul GT warna hijau pada malam hari. Ia melakukannya bersama seorang rekannya berinisial RH. Selanjutnya RH menjual motor hasil jarahannya ke seorang pria bernama Togar seharga Rp1,4 juta.
Maret 2018 melakukan curanmor di Jalan Arung Teko. Di lokasi ini tersangka beraksi bersama rekannya OG dan RM. Selanjutnya motor tersebut dijual ke seoramg pria bernama Basri.
Selanjutnya mencuri motor di Jalan Badoka, tak jauh dari Mapolda Sulsel. Di lokasi ini tersangka mengambil sepeda motor Mio Sporty warna hijau, bersama komplotannya AD. Motor lalu dijual ke penadah di Pasar Cidu seharga Rp1,2 juta.
Sementara untuk aksi curas, tersangka melakukannya dengan menjambret di Asrama Haji pada bulan Mei 2018. Ia bersama seorang rekannya berinisial Ak. Pelaku menggasak gawai Samsung J1 warna putih. Korbannya seorang perempuan yang tengah berkendara sepeda motor.
Menjambret di Jalan Taman Sudiang, Juni 2018. Pelaku membawa kabur satu unit Iphone 7 warna hitam.
Di Jalan Kesatuan Raya Blok AD mengambil gawai Oppo F3 warna emas. HP milik seorang laki-laki itu dijual ke seorang penadah dengan harga Rp1,5 juta. (ish-jul/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar