Berita Kota Makassar | DPO Pembunuhan di Malam Tahun Baru Didor

Posted on

MAKASSAR,BKM — Aan Saputra, seorang tersangka pembunuhan harus dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis. Ia baru saja terkena timah panas petugas Resmob Polda Sulsel.
Sebutir peluru dilesakkan ke kakinya, lantaran saat digiring dalam pengembangan kasus, tersangka mencoba melarikan diri. Tiga kali tembakan peringatan tak dihiraukannya. Moncong pistol pun diarahkan secara terukur di kedua betisnya. Dorrr…Aan pun tumbang tak berkutik.
Sebelumnya, tersangka Aan terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial MA (15) yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian ini berlangsung di Jalan Garuda pada malam pergantian tahun baru 2018 silam. Sejumlah rekan tersangka yang terlibat dalam kasus ini telah lebih dulu diamankan aparat Polsek Mariso.
Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara, Senin (4/6) menjelaskan, tersangka terpaksa diberi tindakan tegas oleh anggotanya karena mencoba mengelabui petugas. Saat itu, Minggu (2/6) ia dibawa untuk pengembangan kasus.
”Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat dibawa untuk pengembangan kasus,” kata AKP Edy Sabhara.
Menurut Edy, tersangka Aan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pembunuhan. Usai mengeroyok korbannya yang seorang remaja, Aan langsung kabur. Sementara beberapa rekannya telah diamankan. ”Tersangka Aan kita amankan di BTN Andi Tonro, Gowa,” ujarnya.
Dalam catatan polisi, Aan merupakan penjahat kambuhan alias residivis. Sebelumnya, ia terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, juga melakukan aksi perampokan di beberapa daerah di Sulsel. Termasuk di Kabupaten Gowa.
“Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Selain mengeroyok korban hingga meninggal dunia, ia juga pernah melakukan perampokan di beberapa daerah di Sulsel. Salah satunya di Kabupaten Gowa,” terang Edy Sabhara. (ish/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar