Berita Kota Makassar | Gelar Griya di Rujab, Soni Bagi Telur Hias

Posted on

MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Fitri 1439 Hijriah di Lapangan Karebosi, Jumat (15/6) mendatang. Bersama keluarga, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini dipastikan berlebaran untuk pertama kalinya di Makassar karena posisinya sebagai kosong satu di provinsi ini.
“Pak Gubernur dan keluarga akan salat Idul Fitri di Lapangan Karebosi,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina, Senin (11/6).
Lelaki yang akrab disapa Toto itu mengatakan, dirinya bersama keluarga akan mendampingi Soni untuk salat Id di lapangan yang berada di pusat kota tersebut.
Usai salat Id, seperti gubernur sebelumnya, Soni akan menggelar open house (gelar griya) di rumah jabatan Jalan Sungai Tangka. Namun, gelar griya hanya dilaksanakan selama dua hari. Sebab Soni dan keluarga akan bertolak ke Jakarta.
Gelar griya Soni dilaksanakan dalam beberapa sesi. Usai salat Id, dari pukul 08.30 Wita hingga 12.00 Wita, gelar griya Soni dan keluarga didampingi Tautoto Tana Ranggina dan keluarga menerima serta bersilaturahim bersama para pejabat pemerintah (horisontal dan vertikal), pimpinan TNI, Polri, pimpinan BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat Sulsel. ASN Sulsel juga terbuka bersilaturahmi di hari pertama ini.
Kemudian pukul 12.00 Wita hingga 13.00 Wita salat Jumat. Selanjutnya, pada pukul 13.30 Wita hingga 15.00 Wita gelar griya dilanjutkan untuk masyarakat umum.
Menurut Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, di sesi kedua gelar griya, pihaknya memberi kesempatan kepada masyarakat. Mulai dari tukang becak, tukang sapu, tukang sampah, dan masyarakat lainnya yang ingin bersilaturahmi, sekaligus ingin melihat rumah jabatan dari dekat.
Namun, Soni menegaskan, jangan berharap untuk mendapatkan angpao alias amplop dari gubernur. Karena pihaknya sudah menyiapkan kenang-kenangan bagi masyarakat yang berkunjung berupa telur yang dihias.
“Kami sudah siapkan telur yang akan dibagi ke masyarakat yang ingin bersilaturahmi saat lebaran di rumah jabatan,” ungkap Soni.
Gelar griya ketiga dilanjutkan pada pukul 19.30 Wita hingga 22.00 Wita untuk para tokoh pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat yang belum sempat datang pada pagi dan siang hari.
Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel M Hatta menjelaskan, sejumlah kuliner dan kue tradisional akan menyambut kehadiran para tamu undangan yang hadir pada acara gelar griya gubernur. Mulai dari pallubasa, bakso atau nyuknyang, kari ayam, dan aneka menu lainnya bisa dinikmati.

Baca Juga :  Usai Gelar Open House, Wapres JK Tinggalkan Makassar

Dilarang Terima Parsel

Soni Sumarsono melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima hadiah berupa parsel menjelang lebaran. Larangan itu ditegaskan, sebab dikhawatirkan jika pemberian hadiah tersebut bisa menjadi persoalan karena masuk dalam kategori gratifikasi.
“Intinya, seluruh pemberian parsel bagi ASN itu dilarang. Apalagi parsel yang dalam pengertian jumlahnya besar. Jadi dalam bentuk seperti biasanya atau dalam bentuk apapun, tidak bisa diberikan,” tegasnya.
Upaya itu dilakukan untuk menciptakan tata pemerintahan yang bersih. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terus diwanti-wanti agar menghindari praktik gratifikasi maupun pungutan liar (pungli) kepada siapa pun.
Di sisi lain, Sumarsono menaruh perhatian kepada pengusaha parsel. Sebab larangan pemberian parsel kepada ASN tentu akan berdampak kepada mereka.
“Kami kasihan juga sama pengusaha parsel. Mereka juga ini pengusaha yang memanfaatkan lebaran untuk momentum jual beli. Sebatas itu nilainya tidak besar dan hanya untuk silaturahim. Saya pikir mesti dipikirkan juga. Belum ada ketentuan secara spesifik mungkin. Tapi kayaknya sekarang lebaran sudah tidak ada lagi budaya parsel,” jelasnya.
Memberikan hadiah saat lebaran sudah menjadi hal biasa. Namun, ini merupakan akar dari korupsi yang harus dihilangkan bagi ASN. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan pengawasan ketat dan meminta agar melaporkan apabila terdapat ASN yang terlibat persoalan pemberian parsel.
“Tapi kami pastikan budaya parsel itu sudah tidak ada lagi. Karena semua sudah jelas, diberi THR jumlahnya sama. Sudah diatur semua. Makanya sudah tidak boleh untuk itu,” pungkasnya. (rhm/rus)

Baca Juga :  DMI segera luncurkan pemuda masjid rutan se-Indonesia

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar