Berita Kota Makassar | Hakim Tolak Gugatan, Warga Barabaraya Histeris

Posted on

MAKASSAR, BKM — Ratusan warga Barabaraya bersorak gembira dan histeris. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar menyatakan dan memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan Nurdin Dg Nombong dan Kodam XIV Hasanuddin selaku penggugat. Putusan itu terkait kasus sengketa lahan warga Barabaraya yang luasnya 6.000 meter persegi. Lokasi tersebut ditempati oleh sekitar 193 KK (kepala keluarga).
Majelis hakim PN Makassar yang diketuai Kemal Tampubolon, dalam amarnya menyatakan menolak seluruh gugatan penggugat atas lahan warga Barabaraya yang diklaim sebagai areal asrama TNI dan warisan milik Nurdin Dg Nombong.
“Dengan ini kami menyatakan menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh penggugat,” tegas Kemal Tampubolon saat membacakan putusannya di PN Makassar, Selasa (24/7).
Dalam pertimbangan majelis hakim, disebutkan bahwa batas batas objek gugatan yang diajukan penggugat tidak jelas. Majelis menilai, apa yang menjadi objek gugatan penggugat dalam perkara ini bukan merupakan milik penggugat seperti yang dituangkan dalam gugatannya.
“Lahan yang dimaksud oleh penggugat bukanlah berada pada objek yang digugat, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, bukti surat dan dokumen, serta sidang pemeriksaan di tempat,” tandasnya.
Usai majelis hakim membacakan putusannya, tim kuasa hukum penggugat dan tergugat diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan upaya hukum selanjutnya.
“Kami memberi kesempatan untuk melakukan upaya hukum lanjutan, selama 14 hari ke depan,” ujar Kemal Tampubolon.
Sementara pengacara dari pihak penggugat dan tergugat mengaku masih akan pikir pikir.
Usai sidang, kuasa hukum tergugat Edi Kurniawan Wahid, menyatakan sangat menghargai semua putusan majelis hakim. Apalagi ini adalah kasus besar yang melibatkan orang banyak.
“Majelis hakim telah betul-betul mempertimbangkan fakta-fakta persidangan yang telah berlangsung kurang lebih selama satu tahun,” terangnya.
Sedari awal, kata Edi, ia bersama tim kuasa hukum tergugat sudah yakin betul bahwa putusan ini ditolak oleh majelis hakim. “Karena yang dicari oleh penggugat itu salah objek. Tanahnya itu bukan di situ,” kata Edi.
”Fakta hukum membuktikan bahwa asal usul AJB (Akta Jual Beli) warga itu bukan berasal dari sertifikat nomor 4 yang jadi dasar gugatan pengugat. Itu sama sekali tidak memiliki hubungan hukum, dengan bukti-bukti milik warga. Warga tinggal disitu sejak tahun 1960,” bebernya.
Saat berlangsungnya sidang hingga usai, sedikitnya ada dua peleton aparat gabungan yang berjaga-jaga. Mereka terlihat di dalam ruang sidang serta halaman pengadilan. Setelah sidang putusan, warga Barabaraya langsung membubarkan diri. (mat/rus)

Baca Juga :  Sidak di Lapas Klas I Makassar, Belasan Juta Rupiah Uang Tunai Ditemukan

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar