Berita Kota Makassar | Honorer K2 Tuntas Hingga Desember

Posted on

MAKASSAR, BKM — Kisruh honorer kategori dua (K2) se-Indonesia yang belum lulus tes CPNS, mulai menemui titik terang. DPR RI baru saja merampungkan rapat kerja gabungan dengan kementerian terkait, Senin (23/7) yang menghasilkan lima poin penting.
Pertama, pemerintah dan DPR sepakat menuntaskan masalah K2 yang jumlahnya mencapai 438.590 orang, paling lambat Desember ini. Kedua, sesuai UU dan aturan terkait lainnya, ada 13.347 K2 yang segera ikut tes CPNS.
Ketiga, bagi sisa 425.243 honorer K2 yang tidak bisa lagi mengikuti tes CPNS, DPR dan pemerintah menyiapkan sejumlah opsi.
Di antaranya pemerintah akan membuka tes PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Bagi yang tidak lulus, tetap diberi kesempatan kerja sesuai kebutuhan instansi dan bahkan diberi gaji sesuai UMR.
Keempat, DPR mendorong pemerintah memvalidasi data K2 secara teliti. Dan yang terakhir, DPR mendorong pemerintah memasukkan anggaran penuntasan K2 ini pada nota keuangan RAPBN 2019.
Pemerintah memberikan prioritas pada tenaga kependidikan dan kesehatan.
Dimintai keterangan terkait informasi itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo, mengatakan hingga saat ini kebijakan tersebut belum disampaikan secara resmi oleh pemerintah pusat.
Namun, dia mengaku jika informasi ini merupakan kabar yang sangat baik bagi tenaga honorer K2 yang selama ini tidak mendapat kejelasan soal pengangkatannya. Semua berdasarkan dari petunjuk pusat.
“Itu berita bagus. Kami apresiasi. Tapi kan saya tidak bisa berkomentar banyak kalau belum ada surat saya terima. Tidak ada dasar hukumku untuk mengambil langkah-langkah atau kebijakan. Kita lihat nanti bagaimana perkembangannya ke depan. Kami senantiasa ingin memperjuangkan teman-teman. Cuma harus ada regulasi yang harus menjadi acuan,” kata Ashari kepada BKM, Selasa (24/7).
Dia menjelaskan, khusus di lingkup Pemprov Sulsel, jumlah tenaga honorer K2 mencapai 851 orang. Angka itu diluar guru honorer K2 yang hingga saat ini belum diperoleh data valid.
Namun dia memperkirakan jika jumlah guru honorer K2 se-Sulsel bisa mencapai ribuan. “Jumlah guru honorer K2 pasti lebih banyak lagi,” jelasnya.
Sementara data tenaga honorer K2 untuk Makassar tercatat 1.632, Barru 292, Parepare 531, Pinrang 99, Sidrap 599, Toraja Utara 428, Luwu 5.522, Palopo 2.638, Luwu Utara 1.534, Luwu Timur 488, Soppeng 258, Wajo 1.571, Selayar 865, Bone 1.426, Bantaeng 678, Sinjai 472 dan Maros 1.839 orang.
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ramli Rahim, juga mengapresiasi kebijakan tersebut. Apalagi tenaga guru menjadi salah satu yang paling diprioritaskan.
Menurut dia, IGI selama ini tak henti-henti bersuara tentang kekurangan guru dan posisi guru honorer yang di banyak tempat tidak memperoleh pendapatan yang layak dan tidak dimanusiakan.
Selain bersuara di media massa, IGI juga mendatangi langsung DPR RI, serta mendorong seluruh pengurus IGI di seluruh Indonesia bergerak mendorong pemenuhan kebutuhan guru, baik secara kuantitas maupun kualitas.
IGI mengapresiasi kesepakatan ini dan akan ikut serta mengawalnya agar segera diwujudkan. “Selanjutnya, pemenuhan kekurangan guru yang hampir satu juta jumlahnya, masih terus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya. (rhm/rus)

Baca Juga :  Sekda lepas duta paskibraka sulsel

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar