Berita Kota Makassar | Ingat, Quick Count Bukan Hasil Resmi!

Posted on

MAKASSAR, BKM — Pemilihan kepala daerah (pilkada), baik gubernur maupun wali kota/bupati secara serentak digelar hari ini, Rabu (27/6). Di Sulsel, pelaksanaannya berlangsung di tingkat provinsi dan 12 kabupaten/kota.
Biasanya, selang satu jam usai digelar pencoblosan, lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count merilis hasilnya. Hanya saja, hal ini kerap menimbulkan pro dan kontra. Bahkan berpotensi menuai protes dan keberatan dari pasangan yang dinyatakan kalah versi quick count.
Sebaliknya, tim dari pasangan yang menang atau diunggulkan bisa jadi langsung menggelar konvoi. Hingga menggelar pernyataan kemenangan.
Dua pendiri lembaga survei memberi tanggapannya terkait hal tersebut. Mereka adalah Herman Heizer dari Celebes Research Center (CRC), dan Suwadi Idris Amir dari Indeks Politika Indonesia (IPI).
Herman Heizer menilai, masyarakat kini sudah dewasa dan terbiasa dengan hitung cepat. “Mari kita rayakan pesta demokrasi ini dengan damai dan suka cita. Agar diingat, hasil hitung cepat atau quick count bukanlah hasil resmi,” kata Herman, Selasa (26/6).
Hal senada disampaikan Suwadi Idris Amir. Menurutnya, hitung cepat atau quick count itu metode perhitungan yang sifatnya hanya gambaran kasar. “Keputusan final semua merujuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jadi masyarakat sebaiknya tidak perlu risau, karena rekapitulasi dari KPU itu yang sah dan pasti,” jelas Suwadi.
Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, meminta kepada masyarakat agar menunggu hasil resmi dari KPU. “Kami di KPU melakukan real count yang diinput langsung oleh penyelenggara adhoc langsung ke website. Kita juga melakukan rekap berjenjang dari tingkat bawah sampai tingkat atas,” terang Faisal, kemarin.
Faisal menambahkan, bahwa untuk pemantau bisa melakukan gugatan apabila ada ditemukan pelanggaran. “Kerjanya hanya memantau. Tidak melakukan tindakan. Atau bahasa lainnya adalah mencatat saja, kemudian dilaporkan kepada pengawas,” jelasnya.
Komisioner KPU Sulsel lainnya Uslimin, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk membantu mangamankan jalannya pemilihan. Jika terjadi kisruh atau gejolak usai pemungutan suara, KPU serta pihak yang berwajib telah siap mengantisipasi hal tersebut.
Selain itu, lanjut Uslimin, KPU Sulsel juga telah menyampaikan kepada setiap paslon bahwa hasil quick count bukanlah hasil akhir yang bisa diterima begitu saja. Karenanya, paslon diminta untuk mengingatkan masyarakat dan pendukungnya untuk tetap tenang menyikapi hasil quick count nantinya.
“Kita telah menyampaikan kepada paslon untuk tidak langsung mengambil kesimpulan kepada hasil quick count. Tunggu saja hasil dari tahapan KPU keluar,” kata Uslimin.
Uslimin juga berharap kepada lembaga survei untuk berhati-hati dalam melakukan penghitungan cepat. Baginya, semua lembaga survei harus benar-benar mendasar pada metodologi yang ada.
“Quick count itu kan tidak sembarang dilakukan. Ada metodologinya. Kami tentu berharap semua lembaga survei betul-betul mendasar pada metodologi, supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan,” tegas Uslimin. (nug/rus/b)

Baca Juga :  Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin 46.412 orang

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar