Berita Kota Makassar | IYL Kirim Doa untuk Andi Maddusila

Posted on

GOWA, BKM — Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Raja Gowa. Andi Maddusila Daeng Manyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II Raja Gowa ke 37, Minggu (10/6) sekitar pukul 14.00 Wita mengembuskan nafas terakhir.
Almarhum wafat setelah mengalami serangan jantung. Sebelum berpulang, ia baru saja menjalani perawatan di RS Bahagia, Minasa Upa, Makassar.
Kabar meninggalnya putra Raja Gowa ke-36 Andi Idjo ini dibenarkan adik kandungnya, Andi Kumala Andi Idjo. Saat dihubungi BKM pukul 16.30 Wita, Andi Kumala Andi Idjo mengatakan, kakaknya terkena serangan jantung dan meninggal dunia di RS Bahagia.
“Iye ndi’… Patta Nyonri meninggal dunia tadi siang di RS Bahagia. Beliau kena serangan jantung. Baru tadi pagi dibawa ke rumah sakit. Dua hari sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Siloam, namun kondisinya sudah membaik sehingga dibawa pulang ke rumahnya. Tapi tiba-tiba kondisinya drop lagi, sehingga keluarga membawa beliau ke RS Bahagia tadi pagi,” kata Andi Kumala Andi Idjo, putra bungsu Andi Idjo Karaeng Lalolang Raja Gowa ke-36 ini.
Andi Maddusila meninggalkan seorang istri bernama Nurmawati Daeng Kanang, serta empat orang anak yakni Andi Ivan A Idjo, Andi Mirasari A Idjo, Andi Ichsan A Idjo dan Andi Maulina A Idjo. Jenazah mantan pamong yang berkarier di Jakarta saat aktif sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) ini, disemayamkan di rumah duka di Jalan Jipang Raya Perumahan Villa Megasari. Rencananya akan dikebumikan di makam Raja-raja Gowa di Katangka, Senin (11/6) usai dhuhur.
Kabar duka yang menyebar begitu cepat di seantero Kabupaten Gowa, akhirnya mengalirkan ungkapan belasungkawa dari berbagai pihak. Diantaranya dari para Dewan Hadat Batesalapang versi Maddusila, dan berbagai tokoh masyarakat maupun tokoh politik di Gowa. Salah satunya datang dari Lembaga Adat Tojeng Karengta Data’ yang diketuai H Hasan Hasyim Daeng Sikki.
”Innalillahi wainna Ilaihi rajiun.. turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya paduka YM I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II Raja Gowa ke-36 dalam usia ke-68. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kita semuanya selalu mendoakan almarhum agar diberi ampunan dan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” ucap Hasan Hasyim.
Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo secara khusus ikut memanjatkan doa, sekaligus belasungkawa atas meninggalnya Andi Maddusila Idjo yang dikenal “rival abadi” IYL di Gowa.
Dukacita IYL disampaikan di depan ribuan warga sebelum memulai kampanye terbatasnya di dapil V Makassar (Mamajang, Mariso, Tamalate), Minggu sore (10/6).
“Sebelum saya menyampaikan orasi politik, saya mengajak kita semua untuk bersama mengirimkan Al-Fatihah buat almarhum Bapak Andi Maddusila Idjo,” ujar IYL di depan warga.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, bisa tabah dan mengiklaskan kepergian almarhum, sembari berdoa bersama semoga Andi Maddusila bisa mendapat tempat yang layak disisi-Nya.
Di beberapa momentum politik, Maddusila dan IYL kerap berhadap-hadapan. Saat IYL maju dua kali di pilkada Gowa, salah satu rivalnya adalah Maddusila. Begitu pun di pilkada 2015, Maddusila berlawanan dengan putra IYL, Adnan Purichta Ichsan.
Bukan hanya itu, di Pilgub Sulsel, Maddusila kembali memilih mendukung kandidat yang menjadi rival IYL. Meski sering berlawanan, tapi untuk urusan kemanusiaan, Ichsan selalu berusaha memisahkan. Untuk itu, ketika IYL mendapat kabar Maddusila meninggal, belasungkawa dan rasa duka cita terpanjat dari mulutnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe juga mengirim dukacita atas meninggalnya Andi Maddusila yang pernah tercatat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Gowa. “Sangat berduka atas wafatnya Pak Andi Maddusila. Beliau adalah teman yang baik, teguh hatinya dan pekerja keras, tidak gampang menyerah, semoga khusnul khotimah,” ujar Ni’matullah yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Andi Maddusila lahir 9 Juli 1950. Mengawali karir sebagai ASN usai lulus dari Institut Ilmu Pemerintahan (IPD) Jakarta. Kemudian lanjut pada Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Makassar.
Andi Maddusila dinobatkan sebagai Raja Gowa oleh Sekretaris Jenderal Forum Keraton se-Nusantara, Gunarso G Kusumodiningrat pada Senin 17 Januari 2011 sekitar pukul 15.00 Wita, bertempat di Perumahan Villa Megasari Jalan Jipang Raya, Makassar.
Pelantikan diri Andi Maddusila itu disaksikan sekitar 300 orang dan dihadiri keturunan raja-raja dari berbagai daerah. Di antaranya Bate Salapang Takalar, Tallo, serta Bate Salapang Gowa seperti Tombolo, Lakiung, Parang-parang, dan Akangje’ne. Maddusila resmi menyandang sebagai Raja Gowa ke-37 dengan gelar Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka bergelar Sultan Alauddin II.
Setelah pensiun dari dunia kepegawaian, Andi Maddusila kemudian menjajal bidang politik. Memegang kepemimpinan pada Partai Demokrat Gowa. Berbekal posisi inilah kemudian Andi Maddusila pun turut meramaikan kancah pilkada beberapa kali. Sebagai calon bupati Gowa pada era Syahrul Yasin Limpo. Era IYL juga dua kali, dan satu kali di era Adnan IYL.
Sebelum menjajal di dunia politik, Maddusila mengawali kariernya sebagai lurah, camat di ibu kota Jakarta. Kemudian kembali ke kampung halamannya di Sulsel, dan dilantik sebagai Wakil Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel. (sar/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar