Berita Kota Makassar | Jalan Mulus Seminggu Sebelum Idul Fitri

Posted on

MAKASSAR, BKM — Persoalan infrastruktur jalan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Khususnya dalam menghadapi lebaran Idul Fitri, di mana banyak warga yang akan mudik lebaran ke kampung masing-masing.
Khusus untuk jalan nasional, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII memastikan, jalur utama di lintas Sulawesi Selatan akan mulus dan lancar tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri. Deadline perbaikan jalan sisa 23 hari terhitung dari hari ini.
Perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik pada jalur mudik lintas barat dan utara Sulawesi, dikebut sebelum puncak arus mudik lebaran, yang diperkirakan terjadi mulai H-7.
Misalnya, perbaikan di sejumlah ruas jalan yang rusak dan berlubang sepanjang arus Makassar-Mamuju, Makassar-Palopo, Makassar-Bone dan Makassar-Bulukumba.
Jalan penghubung antarprovinsi di kawasan Sulawesi ini direncanakan bisa rampung sebelum lebaran sehingga bisa dilalui. Perbaikan dilakukan karena beberapa badan jalan telah rusak dan berlubang.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XIII Miftachul Munir, mengatakan dari total panjang jalan nasional trans Sulawesi yakni 1.745,92 km, dalam kondisi mantap ada 974,35 km. Sisanya masuk kategori rusak.
Ada 177,26 km atau 7,31 persen jalan yang harus diperbaiki. Alasan kerusakannya bermacam-macam. Selain karena kondisi jalan yang berumur tua, dan volume kendaraan semakin banyak. Curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh besar.
“Kita lagi giat memelihara jalan sebelum Idul Fitri. Minimal seminggu sebelum hari H lebaran sudah nyaman untuk digunakan. Kondisi mantapnya 1588,72 km atau sekitar 91 persen. Sementara tidak mantapnya mencapai 157,20 km atau sekitar 9 persen,” beber Miftah, kemarin.
Pihaknya meminta warga tak perlu resah karena buruknya kondisi jalan akan tuntas saat H-7. Balai saat ini fokus menutup jalan yang kebanyakan berlubang.
“Ditemukan ada beberapa lubang di jalanan yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan, dan akan segera kami tuntaskan. Ditarget akan diperbaiki semua dan optimis selesai sebelum lebaran,” tambahnya lagi.
Dilanjutkan Miftachul, ada juga jalan rusak berat yang dalam satu minggu ini bakal selesai perbaikan. Upaya perbaikan dengan cara pembongkaran agregat kelas A, sebab lubang jalan ini memiliki kondisi yang cukup dalam. Sedangkan di jalan lintas Maros-Bone sendiri juga sudah mulai dilakukan perbaikan, perluasan jalan, dan tambahan bahu jalan. Jalur ini dinilai paling fatal.
“Jalan di sepanjang Maros-Bone banyak lubang dan jalan rusak. Ini karena masuk musim hujan dan jalur mobil proyek sehingga terjadi sleding. Kita kejar untuk pengerjaannya,” terangnya.
Disinggung mengenai anggaran, ia menjelaskan, untuk perbaikan jalan tahun ini dikucurkan dana Rp200 miliar. Dana itu untuk perbaikan jalan dan pemeliharaan jembatan secara total.
“Selain perbaikan jalan, semua jembatan saat ini dalam pembersihan dan pemeliharaan. Anggaran di DIPA 2018 ini kita fokuskan ke pemeliharaan jalan nasional,” tambahnya.
Kepala Bidang Preservasi BBPJN Wilayah XIII Iskandar Arsyad menambahkan, pihaknya bertanggung jawab atas jalan yang rusak dan butuh pembenahan. Saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan jalan untuk semua rute.
“Ini jalan yang sering dipakai untuk arus mudik. Karenanya memang target kita pada H-10 sudah harus selesai,” ungkap dia.
Dijelaskan Iskandar, selain jalur Maros-Bone, wilayah rusak berat juga ada di Parepare ke Toraja, dan Parepare-Sengkang. “Ini tiga titik berat yang sangat menguras. Yang lain masuk kategori ringan,” ulasnya.
BBPJN XIII juga akan membangun posko di sejumlah titik di seluruh kabupaten/kota se- Sulsel. Posko ini nantinya bisa berfungsi sebagai tempat aduan jika menemukan wilayah yang jalannya mengalami kerusakan atau ada penghambat arus lalulintas.
“Kami ingin para pemudik nyaman dan aman sehingga sampai di tempat dengan selamat. Untuk posko nantinya, seminggu sebelum lebaran juga akan didirikan dan dipantau oleh petugas kami,” pungkas Iskandar.
Sementara untuk jalan provinsi, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Jumras, saat ini pengerjaan sementara dilakukan di wilayah Parepare-Pinrang dan Parepare-Sidrap. Kata Jumras, biaya pemeliharaan jalan memang sangat besar, sementara anggarannya terbatas.
“Kita sudah koordinasi dengan pihak balai, mana yang akan dikerjakan pemprov. Harus selesai sebelum lebaran, karena memang sangat rawan kecelakaan,” jelasnya.
Selain wilayah utara, perbaikan jalan juga difokuskan di wilayah Selatan, yakni Bulukumba-Sinjai, dan Gowa Makassar.
“Termasuk dari kampus Unhas-Malino, dan Patallassang. Tidak bisa sekaligus dikerja,” tambahnya.
Khusus untuk jalan layang poros Maros-Camba, menurut Rahman Jamil dari BBPJN XIII, berusaha dikebut agar bisa digunakan pemudik jelang lebaran. Sesuai komitmennya, di akhir masa jabatan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, diupayakan bisa digenjot. (rhm/rus)

Baca Juga :  Penebangan pohon proyek tol layang Makassar disoroti

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar