Berita Kota Makassar | Kadir: Kalau Terbukti, Namanya Kita Coret

Posted on

MAKASSAR, BKM — Karir politik Srikandi DPRD Kota Makassar Meilani Mustari kini terancam. Tes urine atas dirinya yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel menyatakan positif mengandang mathampetamine dan amphetamine.
Hasil tersebut disampaikan dalam surat yang ditandatangani Kepala BNNP Sulsel Mardi Rukmianto. Surat bernomor: R/852/V/Ka/Cm.01.00/2018/BNNP-SS bertanggal 17 Mei 2018 ini berisi perihal laporan hasil pemeriksaan tes urine. Surat ditujukan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel.
Sebelumnya, pada 10-11 Mei 2018 bertempat di Hotel Aston, dilaksanakan tes urine terhadap kader dan fungsional Partai Golkar sebanyak 179 orang. Hasil pemeriksaan urine tersebut didapat hasil positif methampetamine dan amphetamine atas nama Meilani Mustari.
”Kalau dari zatnya itu belum tahu kita dia positifnya apa, menggunakan apa. Karena kita belum assesment. Dari obat-obat bisa saja ada. Tapi kalau sudah methamphetamine itu narkotika,” ujar Mardi Rukmianto, kemarin.
Hanya saja, pihak BNN belum menyampaikan hal tersebut ke yang bersangkutan, karena sementara dalam proses assesment. Hasil assesment nantinya akan dikirimkan ke DPD Sulsel.
“Untuk mengetahui lebih lanjut, kita belum tahu, karena hasilnya belum kita laporkan kepada peminta, yaitu DPD Golkar. Saran kita kepada yang bersangkutan bahwa dilakukan assesment. Tapi sampai saat ini belum dikirim untuk assesment,” terangnya.

Baca Juga :  KPU Kupang tolak bacaleg mantan narapidana

Menyusul diterimanya surat tersebut, Partai Golkar Sulsel segera memanggil Melani Mustari. Jika nantinya terbukti, dipastikan Golkar akan mencoret namanya dari daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Golkar Makassar jelang kontestasi pemilihan anggota legislatif (pileg) 17 April 2019 mendatang.
“Iya, tentu kita akan panggil (Melani). Dan jika nantinya betul dan terbukti, maka tak ada toleransi, pasti kita coret dari daftar bacaleg Golkar,” ujar Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Pemenangan Pemilu HA Kadir Halid di ruang kerjanya, Rabu (25/7).
Menurut Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini, Partai Golkar sangat menolak yang namanya narkoba. Sehingga jika ada kader yang terlibat, maka tentu tak ada toleransi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Airlangga Hartarto ketika membuka orientasi fungsionaris Golkar pusat untuk bakal caleg DPR RI, juga mengingatkan akan hal yang sama.
Hal yang sama ditekankan Ketua Harian Partai Golkar Sulsel HM Roem. Ia memberikan peringatan kepada semua pengurus dan kader untuk tidak terlibat dalam barang haram.
“Golkar tidak akan memberi toleransi terhadap bakal calon anggota dewan yang terbukti positif telah mengkonsumsi narkoba,” ujar Roem di sela-sela kegiatan orientasi fungsionaris Golkae se-Sulsel di Hotel Sahid Makassar beberapa waktu lalu.
Dikonfirmasi terpisah, perempuan bernama lengkap dr Reini Meilani Isbach,MKes,Sp.PK yang masih tercatat sebagai anggota Fraksi Golkar DPRD Makassar, membantah bila dirinya mengonsumsi narkoba. Bahkan ia bersumpah tidak pernah melakukan haltersebut.
Bahwa pernah dilakukan tes urine terhadap kader Partai Golkar yang ingin maju sebagai caleg, dibenarkan olehnya.
“Jadi kemarin itu, saya memang baru dari luar negeri (Korea). Di sana karena saya flu dan demam, makanya saya minum obat,” terang Melani, Rabu (25/7).
Wanita kelahiran 11 April 1991 ini juga memperlihatkan hasil pemeriksaan bebas narkoba yang diterbitkan Instalasi Laboratoirum Patologi Klinik RSUD Kota Makassar. Surat Nomor. 400/Lab. RSUD-KM/VII/2018 ini ditandatangani dr Reini Meilani Isbach,MKes,Sp.PK sendiri sebagai dokter penanggung jawab.
“Hasil pemeriksaan saya bersih alias negatif,” ucapnya. (ita/rus)

Baca Juga :  2.950 calon mahasiswa Unhas ikuti tes psikologi

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar