Berita Kota Makassar | Kepala Ombudsman: Ada yang Pelihara

Posted on

KEPALA Ombudsman RI Sulsel Subhan Djoer memberi apresiasi atas langkah pihak kepolisian yang mengamankan 19 jukir terindikasi pungli di Pasar Butung.
”Saya kira sudah tepat apa yang dilakukan polisi, meskipun ini sudah terlambat. Karena praktik pungli oleh jukir liar itu sudah berlangsung bertahun tahun,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.
Subhan mengakui, tarif parkir di Pasar Butung sangatlah fantastis. Di hari biasa, untuk kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp10 ribu. Angkanya semakin menggila di bulan ramadan seperti saat ini.
”Mereka melakukan hal itu karena ada pembiaran. Kita lihat bukan hanya di sekitar Pasar Butung, tapi juga di beberapa tempat lain. Seperti di gedung IMMIM. Ketika kita protes dan ancam laporkan ke PD Parkir , mereka malah mempersilakan. Karena menurut mereka, praktiknya tiu diketahui PD Parkir. Mereka juga lancar menyetor setiap hari. Tanpa dihitung sesuai karcir parkir yang keluar,” beber Subhan ketika dihubungi, Rabu (30/5).
Praktik serupa, menurut Subhan, juga berlangsung di depan Hotel Clarion Jalan AP Petta Rani. ”Firman, seorang juru parkir di situ seenaknya memasang tarif tanpa karcis dan atribut. Waktu saya protes, dia bilang dia setor lancar ke PD Parkir. Saat saya konfirmasi ke PD Parkir, mereka janji segera turun. Tapi kenyataannya parkir di situ tetap jalan dengan jukir yang sama. Artinya, para jukir liar ini ada yang ‘pelihara’,” ungkap Subhan.
Jukir ini, tambah Subhan, memakai atribut PD Parkir dengan gantungan ID jukir serta rompi. Namun tarif semau mereka. Bukan sesuai ketentuan. ”Nah, kita yang ditagih mau tidak mau harus kasih. Karena mereka memaki kalau tidak diberi,” keluhnya.
Subhan mengungkapkan, dalam hal jukir memasang tarif semaunya pasti ada kerja sama. kemungkinan besar tidak masuk kas daerah, karena tidak memakai karcis. Artinya, tidak ada kewajiban hukum ketika uang itu diperoleh dengan tidak menyobek lembaran karcis.
Subhan mengimbau kepada masyarakat, bila mana merasa keberatan agar segera melapor kepada Ombudsman. “Jika ada yang merasa keberatan dan melapor ke Ombudsman, maka kita akan panggil. Bahkan kita bisa bongkar ini semua bersama tim Saber Pungli. Sudah terlalu lama oknum instansi ini menikmati uang pungli hasil parkir tak berkarcis tapi dengan tarif sangat mahal,” cetusnya. (jun/rus)

Baca Juga :  Pemprov akan evaluasi pelayanan pelayaran Sulsel

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar